MedanEkspress | Tapteng - Di bawah langit Desa Aloban Bair yang mulai pulih dari bayang-bayang bencana, deru mesin ekskavator memecah kesunyian Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026.
Hari itu menandai babak baru bagi warga setempat saat Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan resmi memulai pembangunan Jembatan Armco—sebuah struktur vital yang diharapkan mampu menyambung kembali nadi transportasi yang sempat terputus.
Langkah ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah kerja kolektif yang mempertemukan berbagai elemen. Di lokasi pembangunan, terlihat pemandangan yang menunjukkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Personel dari Yon TP 908/Gaja Dompak, Koramil 0211-05/Kolang, dan Denzibang Sibolga bekerja beriringan dengan masyarakat Desa Bair serta Desa Mela Dolok. Semangat gotong royong tampak kental saat semuanya berjibaku meratakan tanah dan menyusun material konstruksi.
Fokus awal pekerjaan diarahkan pada ketelitian teknis: merakit struktur utama jembatan dan menyiapkan lantai kerja yang kokoh. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk memastikan medan yang sulit dapat segera ditaklukkan. Hingga laporan terakhir, progres fisik menunjukkan hasil yang menggembirakan; lantai kerja telah rampung 80 persen, sementara perakitan kerangka jembatan mencapai angka 40 persen.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah janji bakti pascabencana. "Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses masyarakat dapat segera pulih," ujarnya dengan optimis. Baginya, setiap jengkal kemajuan jembatan ini adalah langkah menuju pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga yang selama ini terhambat.
Meski pekerjaan talut dan penimbunan masih harus dilakukan secara bertahap, kehadiran Satgas Gulbencal di Desa Bair telah memberikan harapan nyata. Jembatan Armco yang sedang dibangun ini akan menjadi saksi bisu betapa cepatnya sebuah wilayah bangkit ketika pemerintah, militer, dan masyarakat bergerak dalam satu langkah yang sama.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
