MedanEkspress | Tapanuli Tengah - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan bergerak cepat melaksanakan aksi kemanusiaan di SDN 152981 dan SDN 152982 (1A dan 1B) di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar perbaikan fisik berupa pembersihan tumpukan lumpur sisa banjir dan tanah longsor yang sempat melumpuhkan aktivitas belajar mengajar, melainkan upaya tulus untuk mengembalikan keceriaan siswa yang sempat terhenti akibat bencana.
Di bawah terik matahari, personel dari berbagai satuan mulai dari Babinsa Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Yonif 125/Si'mbisa, Yonif 122/Tombak Sakti hingga Yon Arhanud 11/Wira Bhuana Yudha bersinergi dengan pekerja dari PT Nindya Karya (Danantara). Mereka bahu-membahu membersihkan setiap sudut sekolah yang terdampak.
Ekskavator tampak sibuk mengangkat material tanah di halaman samping, sementara para prajurit dengan telaten mengecat kembali kursi, meja, dan dinding kelas yang kusam. Tak hanya itu, perbaikan plafon serta kaca jendela ruang guru juga menjadi fokus utama agar fasilitas pendidikan ini kembali layak huni.
Hingga saat ini, progres perbaikan dilaporkan telah menyentuh angka 80 hingga 90 persen. Ruang perpustakaan yang sebelumnya terendam lumpur kini mulai tertata, dan atap ruang PAUD yang sempat rusak pun tengah dalam tahap penyelesaian pengecatan.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menegaskan bahwa percepatan ini adalah prioritas utama TNI AD. “Melalui kerja sama ini, kami berupaya mempercepat pemulihan fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan, agar anak-anak di Tukka bisa belajar dengan aman dan nyaman kembali,” tegas Kapendam.
Kini, sebagian ruang kelas sudah mulai digunakan. Harapan yang sempat terkubur lumpur kini tumbuh kembali. Bakti Satgas Gulbencal Kodam I/BB di Tukka menjadi bukti nyata bahwa di tengah bencana, kepedulian dan kegotongroyongan adalah kunci untuk bangkit lebih kuat.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
