MedanEkspress | Tapteng - Kabupaten Tapanuli Tengah kini mulai berbenah. Setelah terjangan banjir dan longsor menyisakan tumpukan lumpur yang mengering menjadi debu pekat, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan langsung tancap gas melakukan pembersihan besar-besaran, Senin (26/1/2026).
Operasi pemulihan ini bukan sekadar rutinitas. Dengan strategi "jemput bola", personel TNI dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah mengerahkan armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk mengguyur ruas-ruas jalan protokol yang sebelumnya tertutup material sisa bencana. Debu yang beterbangan dan mengancam pernapasan warga "digempur" habis dengan semprotan air bertekanan tinggi, mengembalikan udara segar ke langit Tapteng.
Tak hanya fokus pada akses transportasi, Satgas Gulbencal menyadari bahwa masa depan anak-anak tidak boleh terhenti lama akibat bencana. Personel TNI bergerak masuk ke area pendidikan, membersihkan halaman hingga selasar kelas yang masih menyisakan kerak lumpur.
Langkah ini diambil guna memastikan para siswa dapat kembali ke bangku sekolah dalam kondisi lingkungan yang higienis. "Kami ingin memastikan proses belajar-mengajar tidak terganggu oleh sisa material banjir. Kesehatan siswa adalah prioritas dalam masa pemulihan ini," tegas Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap.
Selain aksi bersih-bersih, kehadiran mobil damkar di lapangan juga membawa misi kemanusiaan lainnya: distribusi air bersih. Di beberapa titik pemukiman yang saluran airnya rusak, armada ini menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan domestik yang mendesak.
Aksi sigap Kodam I/BB ini menunjukkan bahwa TNI AD tetap setia berada di garis terdepan, tidak hanya saat evakuasi darurat, tetapi hingga memastikan detak nadi kehidupan masyarakat kembali normal. Kini, jalanan Tapteng tak lagi kelabu, dan senyum anak-anak sekolah mulai kembali merekah di antara sisa-sisa perjuangan pascabencana.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
