MedanEkspress | Tapteng - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan bergerak cepat dalam misi kemanusiaan di wilayah Tapanuli Tengah. Pada Selasa (20/1/2026), dukungan logistik berat berupa material Armco dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) resmi tiba di Posko Terpadu GOR Pandan untuk segera dipasang di titik-titik jalan yang terputus akibat bencana.
Kedatangan material Armco ini diangkut oleh dua unit mobil trado, termasuk 19 koli dan 18 drum kaleng komponen gorong-gorong baja. Material ini menjadi kunci utama untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang lumpuh total akibat terjangan banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menegaskan bahwa kecepatan distribusi material ini merupakan perintah langsung untuk memastikan isolasi wilayah terdampak segera terbuka.
"Kedatangan material Armco dan alat berat dukungan Kasad ini adalah bagian dari komitmen TNI AD untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Dengan material ini, kami akan segera menyambung kembali jalan-jalan yang putus agar mobilitas warga dan distribusi bantuan logistik kembali lancar," ujar Kolonel Asrul.
Selain material Armco, dukungan ini juga diperkuat dengan tibanya tiga unit excavator dan dua unit bulldozer. Alat-alat berat tersebut akan bekerja secara simultan: membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan sekaligus memasang Armco sebagai sarana penghubung darurat namun kokoh.
Kehadiran bantuan ini membawa angin segar bagi warga Tapanuli Tengah. Pasalnya, terputusnya akses jalan selama ini menjadi kendala utama dalam pemulihan ekonomi dan aktivitas pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman.
Saat ini, personel Satgas Gulbencal Kodam I/BB bersama unsur terkait telah bersiaga di lapangan. Mereka berpacu dengan waktu dan cuaca untuk memastikan proses pembangunan sarana penghubung tersebut berjalan aman, cepat, dan efisien.
Dengan semangat pengabdian, TNI AD melalui Kodam I/Bukit Barisan memastikan bahwa Tapanuli Tengah tidak akan dibiarkan terisolasi terlalu lama. Pengerjaan fisik di lapangan terus dikebut demi mengembalikan denyut nadi kehidupan masyarakat seperti sedia kala.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
