MedanEkspress | Tapanuli Tengah – Guratan kesedihan di wajah anak-anak Desa Hutanabolon perlahan berganti dengan binar harapan. Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang permukiman mereka, kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., membawa angin segar bagi pemulihan psikologis warga, terutama para pelajar, Jumat (09/01/2026).
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jenderal Maruli memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan yang sempat lumpuh. Ia mendatangi SDN 152981 A, SDN 152982 B, hingga meninjau ruang kelas di SD Darurat Desa Hutanabolon yang kini menjadi tempat bernaung sementara bagi para siswa untuk menuntut ilmu.
Secara langsung, Jenderal Maruli menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, dan alat tulis kepada para siswa. Langkah ini dilakukan bukan sekadar pemberian materi, melainkan sebagai upaya untuk menghapus trauma (trauma healing) dan membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana.
"Pendidikan tidak boleh terhenti oleh bencana. Kami ingin memastikan anak-anak kita tetap memiliki semangat dan perlengkapan yang memadai untuk kembali meraih cita-cita mereka," ujar Kasad di sela-sela interaksinya yang hangat dengan para siswa.
Tak hanya menyemangati tunas bangsa, Jenderal Maruli beserta rombongan juga menyisir posko pengungsian untuk memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Ia juga meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Armco yang sedang dikebut oleh Satgas Penanggulangan Bencana Korem 023/KS. Jembatan ini menjadi urat nadi vital yang menghubungkan Desa Hutanabolon dan Desa Sigiring-giring agar mobilitas warga kembali normal.
Kehadiran orang nomor satu di TNI Angkatan Darat ini didampingi oleh Pangdam I/Bukit Barisan, para Asisten Kasad, serta jajaran Forkopimda Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Kunjungan ini menjadi simbol kuat bahwa negara dan TNI hadir di tengah kesulitan rakyat untuk merajut kembali harapan yang sempat tersapu bencana.
Sumber: Penrem 023/KS
Editor: Zoel AB
