Membawa tas ransel penuh obat-obatan, tim kesehatan bergerak tangkas. Mereka memilih untuk tidak menunggu pasien datang, melainkan mendatangi kantong-kantong penyintas di titik-titik tersulit.
Strategi "jemput bola" ini menjadi tumpuan bagi ratusan warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Pada Jumat (30/1/2026), tim medis menyisir tenda-tenda pengungsian dan hunian sementara (huntara) guna memastikan tidak ada warga yang luput dari layanan kesehatan.
Di wilayah Tapteng, tim bergerak lincah menyambangi warga di Kelurahan Pasar Tukka, Desa Kebun Pisang, hingga Desa Hutanabolon Simpang Sipange. Sementara di Tapsel, fokus layanan diarahkan ke Huntara Desa Aek Ngadol dan pemukiman warga di Desa Batu Huta, Kecamatan Batang Toru.
"Kami menyadari banyak warga, terutama lansia dan anak-anak, yang kesulitan menjangkau posko kesehatan karena kondisi fisik maupun akses jalan yang rusak. Itulah mengapa tim medis bergerak secara mobile langsung ke jantung pengungsian," ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap.
Di sela-sela pemeriksaan fisik, para prajurit kesehatan ini tampak tidak hanya memberikan resep, tetapi juga dukungan moril. Mereka mendengarkan keluhan warga yang mulai terserang ISPA, gatal-gatal, hingga hipertensi akibat kelelahan dan stres pascabencana.
Pelayanan kesehatan gratis ini mencakup pemeriksaan tanda vital, konsultasi medis, hingga penyaluran obat-obatan sesuai diagnosa di tempat. Kehadiran seragam hijau di tengah tenda-tenda darurat ini menjadi pemandangan yang menyejukkan sekaligus bukti nyata kehadiran negara melalui TNI AD.
Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen akan terus menyiagakan tim medis di lapangan hingga kondisi kesehatan masyarakat berangsur pulih sepenuhnya. Bagi para penyintas, kehadiran tim Kesdam I/BB bukan sekadar bantuan medis, melainkan secercah harapan untuk kembali tegak memulai kehidupan baru.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB three
