MedanEkspress | Langkat – Setelah bekerja intensif dalam beberapa pekan terakhir, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan akhirnya merampungkan pembangunan Jembatan Bailey antara Desa Besilam Bukit Lembasa dan Desa Banjaran Raya pada Kamis (21/1/2026).
Jembatan baja sepanjang 30 meter yang menjadi urat nadi penghubung warga desa bertetangga di Kecamatan Wampu dan Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat itu berdiri kokoh dengan balutan cat merah putih yang mencolok di antara hijau rimbunnya pemandangan sekitar. Bagi warga setempat, jembatan ini bukan sekadar konstruksi baja, melainkan simbol kembalinya konektivitas yang sempat terputus akibat bencana.
Penyelesaian Jembatan Bailey tipe 2-1 ini merupakan buah kerja keras personel gabungan dari Yonzipur 1/DD, Yonzikon 14/SWS, dan Yonzipur 11/DW. Dukungan penuh juga datang dari Babinsa Koramil 07/Stabat Kodim 0203/Langkat yang bahu-membahu bersama warga di lapangan.
Pekerjaan yang dimulai sejak pagi buta hingga menjelang senja setiap harinya itu melibatkan berbagai alat berat, mulai dari dump truck hingga long cargo. Pada tahap akhir, para prajurit memfokuskan pengerjaan pada pemasangan balok pengapit, pelat papan lantai, hingga pengelasan akhir agar jembatan benar-benar aman dilintasi.
“Hingga Kamis sore, pembangunan Jembatan Bailey Besilam–Banjaran Raya telah dinyatakan selesai 100 persen. Jembatan ini kini siap digunakan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han).
Kehadiran jembatan dengan lebar 3,65 meter ini menjadi kabar baik bagi para petani dan pedagang di wilayah perbatasan desa. Sebelumnya, akses transportasi yang terganggu sempat menghambat distribusi hasil bumi dan aktivitas pendidikan anak-anak sekolah.
Kolonel Inf Asrul Kurniawan menegaskan bahwa rampungnya proyek ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, terutama dalam situasi pascabencana.
“Kami ingin memastikan roda perekonomian masyarakat kembali pulih secara bertahap. Dengan terbukanya kembali akses transportasi ini, diharapkan aktivitas warga tidak lagi terhambat dan konektivitas antarwilayah kembali normal,” tambahnya.
Kini, jembatan merah putih itu telah berdiri tegak, siap menyambut langkah warga dan kendaraan yang melintas, membawa harapan baru bagi kemajuan ekonomi di pelosok Langkat.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
