MedanEkspress | Padangsidimpuan – Pada Senin pagi (12/1/2026), sorak tawa dan doa mengalir di atas jembatan kecil yang kini menembus aliran Aek Sibontar, Desa Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jembatan Armco Aek Sibontar Lubuk Raya sepanjang 12 meter, lebar 3,5 meter, dan kedalaman 3 meter ini resmi dibuka untuk pejalan kaki, pesepeda, hingga kendaraan roda empat.
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan dari Yonzipur 1/Dhira Dharma bersama Zidam I/Bukit Barisan dan personel Kodim 0212/Tapanuli Selatan bekerja keras tanpa mengena waktu, menembus rintangan alam dan logistik, demi menghubungkan warga Lingkungan IV, Kelurahan Lubuk Raya, dengan pusat kota.
“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa melintas tanpa harus memutar jauh atau menunggu perahu,” kata salah satu warga, Ibu Siti, sambil menggendong anaknya. “Jembatan ini bukan hanya kayu dan besi, tapi jembatan harapan bagi anak‑anak kami ke sekolah dan pasar,”tambahnya.
Acara selamatan yang digelar setelah peresmian menjadi momen hangat. Tokoh masyarakat, dipimpin oleh ulama setempat, melaksanakan prosesi "Manyantan" di atas jembatan, memohon keselamatan bagi semua pengguna. Wali Kota Padangsidimpuan yang diwakili Asisten I, mengucapkan terima kasih atas dedikasi Satgas Yonzipur 1/DD, Zidam I/BB, dan Kodim 0212/TS.
“Keberhasilan ini menunjukkan apa yang bisa dicapai bila TNI, pemerintah, dan warga bersatu,” ujar Asisten I. “Semoga jembatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kemajuan bagi Padangsidimpuan,” ucapnya menutup sambutan.
Di akhir acara, semua yang hadir berfoto bersama, menandai hari untuk pembukaan jembatan yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari‑hari warga Lubuk Raya. Jembatan Armco Aek Sibontar bukan hanya jalur transportasi, melainkan jembatan rasa syukur, persaudaraan, dan harapan baru bagi seluruh masyarakat.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
