-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TNI, Mahasiswa dan Warga Dewantara Bahu Membahu di Atas Lumpur Merajut Kembali Jalan yang Terputus

| Januari 25, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Aceh Utara - Matahari di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026) pagi, menjadi saksi sebuah pemandangan yang menggetarkan hati. Di sepanjang jalur yang menghubungkan Desa Geulumpang Sulu Timur dan Desa Uteun Geulinggang, deru mesin alat berat bersahutan dengan tawa dan peluh ratusan orang yang sedang berjuang melawan dampak bencana.

Jalan yang sebelumnya hancur dan sulit dilalui akibat amukan alam, kini perlahan mulai menampakkan wujudnya kembali. Namun, pahlawan utamanya bukanlah sekadar mesin, melainkan jalinan tangan-tangan yang saling menguatkan.

Di satu sudut, para prajurit dari Yonzipur 17/AD yang ahli dalam teknik konstruksi tampak sibuk mengarahkan alat berat. Di bawah komando Letda Czi Sitohang, 24 personel berseragam loreng itu tak segan terjun ke kubangan lumpur, memastikan setiap jengkal tanah yang ditimbun benar-benar padat dan aman untuk dilalui warga.

Namun, mereka tidak sendirian. Di antara barisan tentara, terlihat belasan anak muda dengan semangat yang membara. Sebanyak 19 mahasiswa dari Universitas Malikussaleh dan UIN Ar-Raniry membaur bersama warga desa. 

Tanpa sekat, mereka bahu-membahu mengisi karung tanah dan merapikan bahu jalan. Almamater kampus yang mereka kenakan seolah menyatu dengan debu jalanan, menjadi bukti bahwa kepedulian tidak cukup hanya dibicarakan di ruang kelas. "Ini bukan sekadar memperbaiki jalan," ujar seorang warga di sela-sela kegiatannya bersama Geuchik Waliyunis. "Ini tentang bagaimana kami bisa kembali beraktivitas, membawa dagangan ke pasar, dan memastikan anak-anak bisa sekolah dengan nyaman."

Danramil 03/Dewantara, Kapten Czi Jamidin, bersama Camat Dewantara, Munawir, S.STP, tampak terus mendampingi di lapangan. Kehadiran mereka memastikan bahwa sinergi ini berjalan harmonis. Fokusnya jelas, meratakan titik-titik kerusakan paling parah dan memperkokoh sisi jalan agar tak lagi mudah tergerus.

Aksi gotong royong ini menjadi pesan kuat bagi seluruh wilayah Aceh Utara. Bahwa di balik setiap bencana yang membawa kerusakan, selalu ada kekuatan luar biasa yang muncul ketika TNI, akademisi, pemerintah, dan masyarakat bergerak dalam satu irama yang sama.

Sore itu, ketika alat berat mulai berhenti menderu, akses vital yang menjadi urat nadi ekonomi warga itu kembali tegak. Lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur, hari itu warga Dewantara berhasil membangun kembali sesuatu yang jauh lebih berharga: rasa persaudaraan yang kokoh di atas tanah yang kembali rata.

Sumber: Pendam IM
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update