MedanEkspress | Sergai - Sabtu pagi di Desa Binaan wilayah Koramil 0204-16/Dolok Masihul biasanya tenang, namun tanggal 6 Februari 2026 ini terasa berbeda. Sejak matahari baru saja mengintip, deru cangkul dan suara tawa warga mulai memecah kesunyian. Di sana, di tengah kerumunan warga, tampak Sertu Hardiansyah dengan seragam loreng khasnya yang mulai basah oleh keringat.
Bukan sedang latihan fisik, sang Babinsa sedang memimpin aksi "Sabtu Bersih". Fokus utama mereka hari ini cukup berat: memperbaiki akses jalan dan jembatan desa yang kondisinya sempat memprihatinkan.
Bagi warga desa, jembatan yang rusak bukan sekadar soal infrastruktur. Itu adalah jalur nadi untuk anak-anak pergi sekolah, petani membawa hasil bumi, dan akses utama penggerak ekonomi desa. "Kalau jalannya bagus, warga juga tenang melintasnya. Jembatan ini penghubung harapan banyak orang," ujar salah satu warga di sela-sela kegiatan gotong royong.
Sertu Hardiansyah tidak hanya memberi komando. Ia terjun langsung mengangkat material, memastikan setiap paku tertanam kuat, dan memastikan setiap jengkal jalan yang berlubang kembali rata. Semangat Kemanunggalan TNI-Rakyat begitu nyata terasa di sini—sekat antara aparat dan masyarakat seolah hilang, digantikan oleh keringat yang tumpah demi tujuan yang sama.
Kegiatan yang berjalan dengan lancar ini membuktikan bahwa budaya gotong royong belum luntur. Dengan perbaikan ini, kini masyarakat dapat bernapas lega karena akses jalan sudah jauh lebih nyaman dan aman untuk dilalui.
Aksi Sabtu Bersih ini bukan sekadar rutinitas mingguan bagi Koramil 0204-16/DMS, melainkan wujud nyata kehadiran TNI di tengah-tengah kesulitan rakyat. Saat jembatan kembali kokoh, senyum warga pun ikut merekah.
