MedanEkspress | Tukka – Aroma tanah basah dan sisa genangan air masih menyengat di udara Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026) pagi. Namun, di tengah sisa-sisa amukan banjir yang kembali bertamu, keriuhan berbeda terdengar dari balik gerbang SDN 152981 1A dan SDN 152982 1B.
Bukan suara riang tawa siswa saat istirahat, melainkan denting sekop yang beradu dengan semen dan deru angkong yang hilir mudik. Hari itu, puluhan personel dari Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) datang "bertamu" dengan satu misi: merebut kembali ruang kelas dari cengkeraman lumpur.
Sejak fajar mulai menyingsing, personel Kodim 0211/TT dan Yon TP 906/SLG sudah berlumur tanah. Mereka bahu-membahu menyingkirkan endapan lumpur berwarna cokelat pekat yang sempat menutup akses pendidikan di sekolah tersebut. Dengan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, setiap sudut halaman hingga lantai ruang belajar dibersihkan dengan telaten.
“Kami ingin memastikan bahwa esok hari, tidak ada lagi jejak banjir yang menghalangi langkah kaki para siswa menuju bangku sekolahnya,” ujar Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han).
Bagi TNI, kegiatan ini bukan sekadar tugas teknis pembersihan pascabencana. Ini adalah upaya untuk menjahit kembali semangat belajar yang sempat koyak akibat bencana alam yang berulang. Gotong royong yang tercipta di lokasi menjadi bukti nyata komitmen aparat untuk memulihkan fasilitas publik secepat mungkin.
Kini, seiring dengan keringnya lantai-lantai kelas dan bersihnya halaman sekolah dari sisa material banjir, harapan pun kembali tumbuh. SDN 152981 1A dan SDN 152982 1B siap kembali difungsikan, menyambut siswa-siswi yang sudah rindu akan suasana belajar yang aman dan nyaman.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
