MedanEkspress | Tapteng - Terjangan banjir di Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, sempat melumpuhkan aktivitas dan mobilitas warga. Setelah terisolasi cukup lama, kini harapan baru muncul.
Melalui tangan-tangan terampil Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan, sebuah jembatan Armco akhirnya rampung dikerjakan pada Jumat (6/2/2026). Proyek ini bukan sekadar urusan semen dan baja, tetapi sebuah maha karya yang"mengkoneksikan" kembali mimpi warga yang sempat terkubur oleh lumpur tebal bercampur material longsor.
Pengerjaan jembatan yang dikebut oleh personel gabungan dari Yon TP 908/GD, Yon Zipur 1/DD, Zibang Sibolga, hingga Koramil 04/Pinangsori telah mencapai titik sempurna, 100 persen.
Prosesnya tidaklah sederhana. Di bawah koordinasi teknis yang ketat, satu unit alat berat ekskavator ikut dikerahkan untuk menjinakkan medan. Para prajurit merakit potongan-potongan Armco berdiameter satu meter, membangun dudukan yang kokoh, hingga memastikan pondasi sanggup menahan beban zaman.
Setiap jengkal jembatan sepanjang enam meter tersebut adalah hasil keringat para prajurit yang bahu-membahu dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Bagi warga setempat, selesainya jembatan ini adalah akhir dari kekhawatiran. Tak ada lagi rasa was-was saat anak-anak harus berangkat sekolah atau petani yang ingin membawa hasil bumi ke pasar.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur ini adalah prioritas utama untuk memulihkan denyut nadi desa.
"Akses yang sebelumnya terputus kini kembali tersambung. Warga dapat beraktivitas dengan lebih cepat, aman, dan lancar," ungkapnya.
Tahap akhir berupa pengecatan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung material dari korosi, tetapi juga menjadi penanda bahwa kehidupan di Desa Masundung telah kembali "berwarna".
Jembatan Armco ini kini berdiri kokoh, menjadi bukti nyata bahwa di mana ada kesulitan akibat bencana, di situ ada sinergi TNI yang hadir menembus batas untuk rakyat. Kini, Masundung tak lagi terpisah. Desa ini telah kembali terhubung dengan dunia luar, membawa asa baru bagi setiap langkah warga yang melintas di atasnya.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
