MedanEkspress | Sibolangit – Malam yang tenang di Dusun 3, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, berubah menjadi mencekam dalam hitungan detik. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Deli Serdang sejak Selasa (7/4/2026) memicu bencana tanah longsor yang mengubur pemukiman warga dan merenggut lima nyawa sekaligus.
Sekitar pukul 22.00 WIB, saat sebagian besar warga mulai beristirahat, tebing di belakang Dusun 3 mendadak runtuh. Material tanah dan bebatuan meluncur deras menghantam dua unit rumah kopel semi permanen. Bangunan yang menjadi tempat bernaung para korban tak kuasa menahan beban tanah, langsung rata dengan tanah dalam sekejap.
Dalam tragedi ini, lima orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat tertimbun material longsor. Mereka adalah Gobal Elpianus Sembiring (40), Boy Simorangkir (48), Jamilah br Ginting (49), Ros Br Ginting (50), dan seorang remaja, Riski Sembiring (15).
Namun, di tengah duka mendalam, terselip mukjizat. Sehat Br Tarigan, seorang lansia berusia 65 tahun, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Ia menjadi satu-satunya penyintas dari bangunan yang hancur tersebut, meski harus mengalami trauma berat akibat peristiwa yang merenggut kerabatnya.
Upaya pencarian dilakukan secara maraton sejak semalam. Tim gabungan yang terdiri dari personel Koramil 0204-03/Sibolangit, Kodim 0204/Deli Serdang, Muspika Sibolangit, BPBD Deli Serdang, Basarnas Sumut, hingga Brimob Polda Sumut bahu-membahu menyisir reruntuhan.
Kepala Desa Sembahe, Istipanus Ginting, yang berada di lokasi sejak awal kejadian, terus memantau proses evakuasi bersama perangkat desa dan warga setempat. Tantangan berat berupa medan yang licin dan potensi longsor susulan tidak menyurutkan semangat tim penyelamat.
"Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat, telah berhasil dievakuasi ke RSUD Pancur Batu," lapor petugas di lapangan. Korban terakhir ditemukan pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB, menandai berakhirnya tahap pencarian utama di titik tersebut.
Saat ini, suasana di Dusun 3 Desa Sembahe masih diselimuti duka. Dua rumah sewa yang menjadi saksi bisu keganasan alam kini hanya menyisakan puing. Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang dan instansi terkait mulai melakukan pendataan untuk langkah bantuan selanjutnya.
Pihak Kodim 0204/DS melalui Koramil 0204-03/Sbl mengimbau warga untuk tetap waspada.
Mengingat curah hujan di wilayah Sibolangit masih tergolong tinggi, risiko bencana hidrometeorologi seperti longsor susulan masih mengintai wilayah perbukitan tersebut. Kini, tim penyelamat tetap disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan keamanan warga sekitar pasca-evakuasi.
Sumber: Kodim 0204/DS
Editor: Zoel AB
