-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dobrak Keterisolasian Amandraya, Kodam I/BB Gelar Karya Bakti Skala Besar di Pedalaman Nias Selatan

| Mei 13, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Nias Selatan - Di atas Sungai Sefa di Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, puluhan personel TNI bahu-membahu bersama warga. Mereka sedang merajut asa baru bagi masyarakat setempat yang selama ini terisolasi oleh bentang alam yang sarat tantangan.

Melalui program Karya Bakti Skala Besar Kodam I/Bukit Barisan, sebuah misi penting sedang dijalankan: membangun jembatan modular sepanjang 15 meter. Bagi warga Desa Hilihoru, jembatan ini bukan sekadar struktur beton dan besi, melainkan urat nadi kehidupan yang akan menghubungkan mereka dengan dunia luar.

Melangkah ke lokasi pembangunan bukanlah perkara mudah. Medan yang menantang membuat distribusi alat berat menjadi sebuah kemewahan yang sulit dijangkau. Alhasil, pada tahap awal ini, para prajurit dan masyarakat harus mengandalkan kekuatan fisik dan peralatan manual. Cangkul, sekop, dan angkong menjadi senjata utama di lapangan. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan ritme kerja. 

Fokus pengerjaan kini bertumpu pada dua titik krusial: pengecoran pondasi pada abutmen tepi jauh serta perakitan besi penopang jembatan.Hingga pertengahan Mei 2026, progres fisik pembangunan ini telah menyentuh angka 13 persen. Angka yang terlihat kecil di atas kertas, namun maknanya sangat besar bagi warga yang sudah puluhan tahun mendambakan akses transportasi yang layak. 

Setiap persentase kemajuan adalah bukti nyata dari keringat kolaborasi lintas satuan. Keberhasilan misi ini bertumpu pada sinergi yang kuat di lapangan. Kodam I/BB menurunkan personel gabungan yang memiliki kualifikasi khusus dan kedekatan teritorial, meliputi personel YTP 908/Gajah Dompak, prajurit Yonzipur 1/DD yang ahli dalam konstruksi militer, serta personel Koramil 0213-12/Teluk Dalam, Kodim 0213/Nias, sebagai motor penggerak massa, tukang terampil dan masyarakat desa setempat.

Gotong royong ini menghidupkan kembali kemanunggalan TNI dan rakyat. Warga tidak hanya menonton, mereka ikut turun ke sungai, mengangkut material, dan memastikan para prajurit mendapatkan dukungan moral terbaik.

Pembangunan jembatan modular di pelosok Nias Selatan ini bukanlah proyek tanpa arah. Langkah ini merupakan pengejawantahan langsung dari inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat tengah gencar mendorong pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah-wilayah tersier yang selama ini luput dari jangkauan pembangunan massal. Target utamanya jelas: menghapus status "daerah terisolasi". 

Ketika jembatan ini rampung, komoditas pertanian warga dapat dipasarkan ke kota dengan biaya logistik yang jauh lebih murah. Anak-anak dapat pergi ke sekolah tanpa harus bertaruh nyawa menyeberangi arus deras Sungai Sefa saat musim hujan. Aktivitas ekonomi makro di Kabupaten Nias Selatan pun diprediksi akan bergerak lebih cepat.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah Sungai Sefa adalah janji setia untuk selalu hadir menjadi solusi bagi kesulitan rakyat. Karya Bakti Skala Besar ini dirancang untuk mengakselerasi program pembangunan pemerintah yang seringkali terhambat oleh kendala geografis. "Kodam I/BB akan terus mendukung penuh program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses infrastruktur memadai," ujar Kolonel Inf Sandy.

Pekerjaan di Sungai Sefa masih panjang. Masih ada 87 persen sisa target yang harus dikejar di tengah cuaca dan medan Nias Selatan yang tidak menentu. Namun, dengan fondasi abutmen yang mulai mengeras dan besi-besi yang mulai terakit, asa untuk melihat Amandraya yang merdeka dari isolasi wilayah kini berada di ambang kenyataan.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update