-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Misi Kemanusiaan Kodam I/BB: Kembalikan Martabat & Produktivitas Disabilitas di Nias

| Mei 12, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Nias – Keterbatasan fisik sering kali menjadi tembok besar yang menghalangi seseorang untuk mandiri secara ekonomi. Namun, bagi 19 warga penyandang disabilitas di Kepulauan Nias, tembok itu perlahan mulai runtuh. Melalui Satgas “Karya Bakti TNI” Skala Besar Tahun 2026, Kodam I/Bukit Barisan membawa misi penting: bukan sekadar memberi bantuan fisik, tapi mengembalikan martabat produktivitas masyarakat.

Selasa (12/5/2026), Ruang Data Makodim 0213/Nias menjadi saksi awal perubahan tersebut. Di sana, tim gabungan dari TNI dan tenaga kesehatan Yayasan Lions Club melakukan pengukuran kaki palsu secara presisi. Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata atas atensi Presiden RI Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas hidup di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat ibu kota.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menekankan bahwa program ini memiliki nilai strategis yang lebih luas dari sekadar aksi sosial. Dengan kaki palsu yang dirancang sesuai kebutuhan anatomi tiap individu, para penerima diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan orang lain.

“Melalui program ini, Kodam I/BB ingin hadir langsung. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata, meningkatkan semangat hidup, dan yang terpenting, membuat saudara-saudara kita kembali percaya diri untuk produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” tegas Kolonel Sandy.

Pesan ini jelas: kaki palsu adalah alat produksi bagi mereka. Dengan mobilitas yang kembali, peluang untuk bekerja, bertani, atau berdagang terbuka kembali.

Sadar bahwa kenyamanan adalah kunci utama produktivitas, Satgas Karya Bakti TNI melibatkan Yayasan Lions Club. Proses pengukuran tidak dilakukan serampangan. Setiap warga menjalani pemeriksaan mendalam untuk memastikan kaki palsu yang akan diproduksi nantinya benar-benar mampu menopang beban kerja fisik mereka.

Eliezer Novanolo Zega, warga Desa Hilweto, Kecamatan Gido, adalah satu dari belasan orang yang merasakan harapan itu. Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa panjang untuk bisa kembali beraktivitas normal tanpa hambatan berarti. Rasa syukur pun ia tujukan kepada Presiden dan TNI yang telah melihat potensi warga di pelosok Nias.

Kegiatan ini membuktikan bahwa peran TNI di daerah tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan sosial. Penyaluran kaki palsu di Nias ini menjadi preseden penting bahwa pemerataan akses alat kesehatan bagi disabilitas adalah investasi jangka panjang untuk mengurangi angka kemiskinan berbasis keterbatasan fisik.

Kini, setelah pengukuran usai, 19 warga Nias tersebut menanti hari di mana mereka bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri—secara harfiah maupun secara ekonomi.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update