MedanEkspress | Labuhanbatu - Malam itu, Jumat (22/5/2026), kegelapan mencekam menyelimuti Jalan Lintas Negeri Lama, Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Bilah Hilir. Pemadaman listrik massal membuat kawasan perkebunan sawit di Labuhanbatu kehilangan cahaya. Namun, di balik pekatnya malam, sekelompok pria bergerak dalam senyap.
Mereka adalah tim gabungan dari Unit Intel Kodim 0209/Labuhanbatu dan Satresnarkoba Polres Labuhanbatu yang sedang mempertaruhkan keselamatan demi memutus satu rantai peredaran narkotika.
Operasi senyap ini bukan tanpa dasar. Berminggu-minggu sebelum malam penangkapan, Unit Intel Kodim 0209/LB di bawah komando Dandim Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., telah melakukan penggalangan informasi dan pemantauan intensif. Detak pergerakan barang haram yang masuk ke wilayah hukum mereka terendus, hingga akhirnya koordinasi taktis dilakukan bersama Satresnarkoba Polres Labuhanbatu.
Tepat pukul 22.00 WIB, suasana yang semula sunyi berubah tegang. Sorot lampu sebuah sepeda motor Yamaha NMAX memecah kegelapan. Di atasnya, duduk R (23), pemuda asal Kota Jambi yang tidak menyadari bahwa jalurnya telah dikepung.
Saat menyadari kehadiran petugas yang menghadang, kepanikan luar biasa melanda R. Alih-alih menyerahkan diri, ia mengambil keputusan nekat. Dalam kondisi gelap gulita, R memacu kendaraannya, lalu dengan sengaja membuang sepeda motor bernomor polisi BH 3108 ZU itu ke dalam parit dalam.
Ia melompat, berlari sekencang mungkin menembus barisan pohon sawit. Medan yang dilaluinya bukan jalan setapak biasa, melainkan tanah perkebunan yang becek, berlumpur, dan penuh semak berduri. Dalam kegelapan total, pelarian R berubah menjadi drama pengejaran yang menegangkan.
Petugas tidak tinggal diam. Dipimpin langsung oleh Pasi Intel Kapten Inf Aswin, personel gabungan merangsek masuk ke dalam kebun sawit, mengabaikan lumpur yang mengisap sepatu laras mereka.
"Petugas terus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit yang gelap dan berlumpur. Setelah penyisiran yang intensif, pria tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan," ungkap Letkol Kav Hanung Kaptiaji dalam laporannya.
R yang sudah kelelahan dan dipenuhi lumpur akhirnya tak berkutik saat tangan-tangan kekar petugas mencengkeram tubuhnya. Drama belum usai. Petugas kemudian mengevakuasi sepeda motor milik R yang terbenam di dalam parit. Di bawah penerangan lampu senter yang terbatas, jok motor dibuka paksa. Di dalam bagasi tersebut, ditemukan sebuah paket besar yang dibungkus rapat dengan lakban cokelat.
Ketika lakban tersebut dikoyak, kecurigaan petugas terbukti: satu bungkus besar narkotika jenis sabu-sabu dengan berat fantastis, mencapai 1 kilogram. Nilai barang haram ini ditaksir mampu merusak ribuan generasi muda jika sampai lolos ke pasaran. Selain sabu, petugas juga menyita satu unit ponsel TECNO Spark milik pelaku yang diduga kuat menjadi alat komunikasi dengan sang bandar, serta uang tunai senilai Rp700 ribu.
Usai penangkapan yang menguras energi tersebut, R dan seluruh barang bukti sempat diamankan di Polsek Bilah Hilir untuk pengamanan awal, sebelum akhirnya digelandang ke Markas Satresnarkoba Polres Labuhanbatu. Operasi besar ini baru benar-benar dinyatakan berakhir pada pukul 01.00 WIB dini hari, menyisakan kelelahan yang terbayar lunas oleh keberhasilan tim.
Kapten Inf Aswin menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa ego sektoral antara TNI dan Polri telah runtuh demi menyelamatkan negara dari bahaya narkoba. “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas nyata antara TNI dan Polri dalam mendukung pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Kami tidak akan memberi ruang bagi jaringan ini,” tegasnya.
Hingga saat ini, pemuda asal Jambi tersebut masih mendekam di sel tahanan. Penyidik Satresnarkoba Polres Labuhanbatu tengah melakukan pendalaman intensif guna membongkar siapa aktor intelektual dan pemilik modal di balik paket sabu 1 kilogram tersebut. Pelarian R mungkin telah kandas di lumpur sawit Bilah Hilir, namun perang terhadap jaringan yang menyokongnya baru saja dimulai.
Sumber: Kodim 0209/LB
Editor: Zoel AB
