-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TNI Bangun Jembatan 35 Meter di Nias, Akhiri Penantian Bertahun-tahun Warga dan Pelajar Seberangi Sungai

| Juni 22, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Nias – Komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Kepulauan Nias terus diwujudkan melalui program Bakti TNI untuk Rakyat. Personel Satgas Bakti TNI resmi memulai pembangunan jembatan modular baru sepanjang 35 meter yang melintasi Sungai Belauna di Desa Sihare'o III Hilibadalu, Kecamatan Ma'u, Kabupaten Nias, pada Jumat (19/6/2026).

Pembangunan jembatan ini ditargetkan untuk membuka akses transportasi yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setempat, sekaligus mengakhiri masa-masa sulit warga dan pelajar yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai.

Selama bertahun-tahun, warga dan para pelajar di desa tersebut terpaksa menyeberangi Sungai Belauna tanpa pengaman untuk beraktivitas sehari-hari karena belum tersedianya jembatan penghubung. Saat intensitas hujan tinggi dan debit air sungai meningkat, akses transportasi warga otomatis terputus total. Kondisi ini kerap melumpuhkan aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga urusan sosial masyarakat setempat.

Pada hari pertama pelaksanaan proyek, personel Satgas bersama masyarakat langsung bergerak cepat melakukan pembersihan area pembangunan serta penggalian fondasi abutment (kepala jembatan). Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan dilaporkan telah mencapai 3 persen dengan dukungan material berupa pasir, batu, besi konstruksi, dan berbagai peralatan kerja yang sudah disiagakan di lapangan.

Aksi gotong royong ini melibatkan kolaborasi lintas satuan, di antaranya personel Yon TP 905/TS, Yon Zipur 1/DD, Koramil 02/Gido, para tukang, serta puluhan warga lokal yang antusias membantu proses percepatan pembangunan.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Menurutnya, program Bakti TNI untuk Rakyat tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, dan meningkatkan roda perekonomian.

"Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses harapan bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran jembatan tersebut dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar mobilitas warga dan pelajar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar," ujar Kolonel Inf Sandy.

Program pembangunan jembatan modular ini juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas wilayah pedalaman. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membuka keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas antardesa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Sihare'o III Hilibadalu dan sekitarnya. 

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
×
Berita Terbaru Update