MedanEkspress | Medan - Ketua DPC Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan, Suwarno, S.E., M.M., menegaskan pentingnya sinergi kokoh antara koperasi, UMKM, BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Langkah ini krusial agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati merata oleh rakyat. Pernyataan tersebut merespons pidato Presiden Prabowo Subianto pada Hari Koperasi ke-79 yang mendorong penguatan kolaborasi ekonomi domestik.
Suwarno didampingi Sekretaris Zullifkar AB, S.T., dan Bendahara Said Ilham Assegaf, S.H., M.Kom., mendesak Kementerian Koperasi dan BUMN sektor pangan untuk segera membuka jalur pasok (supply chain) langsung. Skema ini harus menempatkan koperasi sebagai penyedia utama bahan baku melalui kontrak harga yang adil dan transparan.
"Upaya tersebut bertujuan untuk mewujudkan kemitraan bisnis strategis yang berkelanjutan di lapangan. Namun, MAI Medan menyayangkan adanya jurang pemisah antara komitmen pemerintah pusat dan realitas di daerah," ucapnya, Senin (13/7/2026).
Suwarno mengungkapkan bahwa pengurus koperasi lokal kerap menemui hambatan saat membangun kerja sama dengan perusahaan negara. Keterbukaan BUMN sangat dinanti demi mewujudkan peran nyata koperasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992.
Secara spesifik, Suwarno membeberkan pengalaman buruk saat Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia mencoba membuka komunikasi dengan Bulog. Pihak Bulog dinilai tidak memberikan respons yang baik di lapangan. Ia mengingatkan agar penegasan Presiden terkait sinergi ini tidak sekadar menjadi hiasan kertas di tingkat bawah
Mendukung hal itu, Ketua DPD MAI Sumatera Utara, M. Khalil Prasetyo (Tyo), meminta instansi wilayah bergerak cepat. Jajaran daerah harus segera menerbitkan regulasi turunan yang aplikatif untuk memayungi arahan Presiden.
Regulasi lokal tersebut wajib menjamin kemudahan akses pembiayaan, penguasaan teknologi, serta proteksi pasar bagi koperasi produksi. Tyo optimistis kepastian hukum dan proteksi pasar akan membangkitkan perputaran ekonomi dari desa hingga kabupaten.
Aktivitas ekonomi yang tumbuh subur ini diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan domestik secara mandiri. Langkah taktis tersebut sekaligus menjaga agar kedaulatan ekonomi nasional tetap berada di tangan rakyat.
Sumber: Humas MAI Medan
