MedanEkspress | Jakarta - Pagi itu, Rabu, 12 Agustus 2026, Lapangan Golf Cilangkap masih diselimuti kabut tipis saat matahari perlahan naik. Keheningan pagi langsung pecah oleh tawa hangat dan jabat tangan erat para purnawirawan TNI Angkatan Darat. Di sinilah, di bawah langit cerah Jakarta, momen spesial perayaan HUT ke-23 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) digelar lewat sebuah turnamen golf yang penuh gengsi sekaligus sarat akan kerinduan masa lalu.
Tepat pukul 07.00 WIB, sirene tanda tee-off berbunyi. Di antara ratusan peserta Abituren AKABRI tahun 1970 hingga 1992 serta Perwira Prajurit Karier (Pa PK), tampak tujuh pasang langkah kaki yang mantap berjalan menuju tee box. Mereka adalah delegasi dari Ikatan Keluarga Alumni Tidar 1988 Golf Club (IKAT'88 GC); Letjen TNI (Purn) M. Sabrar Fadhilah, Mayjen TNI (Purn) Goemuruh W. Jatmiko, Mayjen TNI (Purn) Marrahmat, Mayjen TNI (Purn) Bambang Supardi, Brigjen TNI (Purn) Abdu Ras, Brigjen TNI (Purn) Nasril Aswan, dan Brigjen TNI (Purn) M. Rafi'i.
Bagi IKAT'88, kehadiran tujuh ksatria ini bukan sekadar urusan memukul bola di atas rumput hijau. Ini adalah pembuktian janji dan komitmen setia dari Alumni Tidar 88A untuk selalu berdiri tegak mendukung setiap langkah PPAD—payung besar tempat bernaungnya seluruh purnawirawan Angkatan Darat.
Pertandingan berjalan sangat ketat sejak hole pertama. Kontur Lapangan Cilangkap yang menantang dengan rintangan bunker pasir yang strategis dan fairway yang dinamis menuntut akurasi tingkat tinggi dari para peserta.
Di sela-sela ayunan stik golf, obrolan mengalir santai. Gelak tawa pecah saat para senior dan junior saling melempar candaan, mengenang kembali masa-masa indah saat masih aktif berdinas. Namun saat bersiap memukul bola, atmosfer seketika berubah serius penuh konsentrasi.
Ketegangan kompetisi paling terasa di barisan Flight D. Di sinilah Brigjen TNI (Purn) M. Rafi'i menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pegolf andalan IKAT'88 GC. Sejak sembilan hole pertama (front nine), ia tampil konsisten menjaga ritme permainan. Pukulan drive-nya yang akurat berulang kali menempatkan bola di posisi ideal pada fairway, memudahkan langkah menuju green.
Tantangan semakin berat memasuki sembilan hole terakhir (back nine) saat angin Cilangkap mulai berembus kencang dan cuaca semakin terik. Namun, ketenangan mental sang jenderal teruji. Di beberapa hole krusial yang memiliki rintangan air (water hazard), ia tetap tenang mengambil keputusan stik yang tepat. Eksekusi putting yang dingin di atas green yang cepat menjadi kunci penentu utama yang membedakan dirinya dari para pesaing.
Hingga akhirnya, kejutan manis terjadi di siang hari yang terik saat kartu skor selesai dihitung secara presisi. Saat pengumuman pemenang dibacakan di podium utama, gemuruh tepuk tangan langsung pecah menyambut nama Brigjen TNI (Purn) M. Rafi'i. Ia sukses menyabet gelar Juara Best Gross (BG) Flight D dengan torehan skor impresif 70! Prestasi gemilang ini langsung menjadi buah bibir dan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Alumni Tidar 88A.
Suasana podium utama semakin khidmat dan meriah ketika Plt Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI (Purn) Dr. Komarudin Simanjuntak, M.Sc., naik ke atas panggung. Dengan senyum lebar penuh kebanggaan, beliau menyerahkan langsung piala dan hadiah kepada para jawara turnamen, termasuk kepada Brigjen TNI (Purn) M. Rafi'i. Jabat tangan erat dan ucapan selamat dari Plt Ketua Umum PPAD menjadi simbol apresiasi tertinggi atas sportivitas dan kemampuan luar biasa yang ditunjukkan di lapangan.
Kabar kemenangan dan kebersamaan ini pun langsung sampai ke telinga Ketua Umum IKAT'88, Letjen TNI (Purn) Chandra W. Sukoco. Melalui pesan digitalnya, sang Ketum tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan harunya. "Terima kasih yang mendalam kepada perwakilan IKAT'88 GC yang sudah berkenan meluangkan waktu dan tenaganya mewakili teman-teman semua. Selamat bersilaturahmi dan berolahraga bersama para senior dan junior. Dan tentu saja, selamat kepada sang juara, Mas Rafi'i! Prestasi ini sungguh membanggakan kita semua," tutur Letjen TNI (Purn) Chandra W. Sukoco dengan penuh apresiasi.
Hari pun beranjak siang di Cilangkap. Turnamen mungkin telah usai dan piala telah diserahkan, namun esensi sejati dari acara ini baru saja dimulai. Melalui ayunan stik golf, keringat yang menetes, dan tawa yang bergaung, IKAT'88 GC kembali membuktikan bahwa purnatugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk terus menjaga tali silaturahmi dan merawat soliditas agar tetap menyala abadi.
Sumber: Humas IKAT'88 GC
