MedanEkspress | Sergai - Kehadiran Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Markas Yonif TP 902/Sri Paduka Gocah (SPG), Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (7/8/2026), bukan sekadar protokoler militer biasa.
Langkah bersama ini menjadi sinyalemen kuat adanya sinkronisasi vertikal dalam memetakan ulang standarisasi kelayakan fasilitas pertahanan, langsung dari satuan tempur di tingkat akar rumput.
Keterlibatan aktif Kasdam I/BB sebagai representasi komando wilayah Sumatera Utara menunjukkan bahwa modernisasi pertahanan tidak lagi dirancang dari balik meja di Jakarta.
Kehadirannya memastikan setiap data teknis mengenai kondisi pangkalan, perumahan prajurit, hingga fasilitas latihan yang dipaparkan oleh Danyonif TP 902/SPG Letkol Inf Akhmad Saefuddin, dapat langsung diintegrasikan dengan rencana strategis Kodam I/BB dan Kementerian Pertahanan. Ini adalah bentuk efisiensi birokrasi komando untuk memangkas jarak antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil di lapangan.
Bagi prajurit Yonif TP 902/SPG, kelayakan fasilitas logistik dan pangkalan adalah instrumen krusial yang berdampak langsung pada kesiapan tempur. Dalam peninjauan fasilitas ini, Menhan menegaskan bahwa kesejahteraan prajurit melalui infrastruktur yang mumpuni merupakan fondasi utama dari profesionalisme militer.
"Pangkalan yang modern dan layak akan melahirkan prajurit-prajurit muda yang memiliki fokus tinggi dalam berlatih dan mengabdi," tegas Menhan dalam arahannya.
Kehadiran jajaran petinggi militer, mulai dari Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa hingga Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan RI Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, menegaskan pentingnya posisi Yon TP 902/SPG dalam konstelasi pertahanan wilayah strategis Sumatera Utara.
Kehadiran lintas komando ini menandakan adanya koordinasi yang solid antara pengambil kebijakan di pusat dengan pelaksana di daerah, guna menyelaraskan visi pertahanan nasional hingga ke tingkat satuan terkecil.
Di sisi lain, inspeksi bersama Kasdam I/BB ini diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) perbaikan fasilitas pertahanan di wilayah regional Kodam I/Bukit Barisan. Pendampingan ini memastikan bahwa catatan, kesan, serta pesan tertulis yang ditinggalkan oleh Menhan Sjafrie akan bertransformasi menjadi kebijakan konkret yang dikawal ketat dari tingkat kodam hingga ke satuan pelaksana.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
