Medanekspress | Medan – Jajaran pengurus Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Sumatera Utara menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PPAD Pusat dan Universitas Salakanagara (UNSAKA) secara daring pada Rabu (2/9/2026).
Kehadiran jajaran PPAD Sumut dipimpin oleh Ketuanya, Kolonel Cba (Purn) Ganda Simanjuntak, S.Sos., yang diwakili oleh Sekretaris Kolonel Ctp (Purn) Drs. Soehardjito HS, M.Sc. Turut mendampingi pula jajaran Badan Pertimbangan PPAD Sumut seperti Brigjen TNI (Purn) Dr. Ahwan Ismadi dan Brigjen TNI (Purn) Gatot Eko Puruhito, unsur Badan Pengawas, para ketua bidang organisasi dan anggota PPAD Sumut, serta pengurus Persatuan Istri Purnawirawan TNI AD (PIPAD) Sumut.
Acara resmi yang berlangsung di Aula Soeryadi PPAD Pusat, Jakarta ini dipimpin langsung oleh Plt Ketua Umum PPAD Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin Simanjuntak, M.Sc., bersama Rektor UNSAKA, Assoc. Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin Simanjuntak memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan terobosan UNSAKA yang menyediakan program beasiswa khusus bagi keluarga purnawirawan.
"Kami PPAD seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, memberi apresiasi luar biasa kepada Rektor UNSAKA yang dengan inovasi serta inisiatifnya menawarkan beasiswa kepada putra-putri dan cucu para purnawirawan TNI AD," ujar Komaruddin.
Beliau juga berpesan agar seluruh jajaran pengurus PPAD di daerah dapat mengawal proses seleksi secara ketat agar 200 kuota beasiswa gratis yang disiapkan dapat terserap maksimal oleh penerima yang tepat.
Rektor UNSAKA, Assoc. Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, menjelaskan bahwa kerja sama bertema "Melanjutkan Pengabdian Membangun Generasi" ini dirancang sebagai langkah nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Sebagai quick win pertama, kerja sama ini membuka dua jalur beasiswa dengan sistem pembelajaran tatap muka, Online Asynchronous dan Live Virtual Synchronous.
Jalur A (Beasiswa PPAD Utama) menyediakan kuota 200 orang dengan bantuan SPP 100% melalui seleksi ketat dan rekomendasi resmi PPAD, serta Jalur B (Beasiswa PPAD Reguler) berupa bantuan SPP 50% dengan kuota yang dapat diperluas sesuai evaluasi setiap angkatan.
Rektor UNSAKA juga menegaskan bahwa cakupan beasiswa fokus pada pembebasan biaya SPP, sedangkan biaya praktik, sidang tugas akhir, dan wisuda tetap di luar cakupan program.
Setelah tahap Pilot Batch I berjalan sukses, program ini ditargetkan berkembang menjadi PPAD-UNSAKA National Education Program 2026-2030 dengan sasaran lebih dari 1.000 mahasiswa dari keluarga besar PPAD di seluruh Indonesia.
"Dengan sistem pembelajaran Hybrid berbasis OBE (Outcome-Based Education) yang berfokus pada pencapaian kompetensi riil serta kemampuan terapan lulusan secara fleksibel dan terarah yang didukung 7 program studi unggulan, maka UNSAKA hadir untuk memberikan akses pendidikan tinggi berkelanjutan khususnya bagi para keluarga purnawirawan TNI AD," tutup Prof. Irmanjaya Thaher.
Rangkaian acara penandatanganan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai persyaratan pendaftaran, ketentuan teknis, serta pengenalan program studi unggulan yang ada di UNSAKA, meliputi S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Manajemen, S1 Ilmu Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Ilmu Gizi, D3 Keperawatan dan D3 Kebidanan.
Sumber: Humas PPAD Sumut
