MedanEkspress | Medan - Suasana di tujuh markas komando distrik militer (Kodim) di bawah naungan Kodam I/Bukit Barisan mendadak berubah pada Minggu pagi, 27 September 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, ribuan orang dari berbagai latar belakang profesi tampak berkumpul. Mereka bukan sedang melakukan aksi unjuk rasa, melainkan bersiap menghadapi "perang otak" dalam ajang Open Tournament Domino Orado Panglima TNI Cup 2026.
Turnamen berskala besar ini digelar serentak sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 TNI. Melalui sambungan virtual Zoom, Aspers Panglima TNI Marsekal Muda TNI Djohn Amarul, S.A.B., membuka langsung kompetisi rekreasi ini dari pusat pertahanan Lapangan Benteng Medan. Sebanyak 1.818 peserta yang terbagi ke dalam 909 tim resmi memulai pertempuran taktis mereka di atas meja kotak.
Pendekatan tak biasa dipilih oleh jajaran TNI dalam merayakan hari jadinya kali ini. Olahraga domino, yang selama ini lekat dengan budaya komunal masyarakat di pos-pos ronda, dinaikkan kastanya menjadi kompetisi formal yang sarat gengsi. Untuk mengorganisir ribuan massa tersebut, panitia menyebar titik kompetisi ke tujuh wilayah Kodim secara taktis. Mulai dari area terbuka seperti Lapangan Benteng Medan dan Alun-Alun Kota Gunungsitoli di Nias, fasilitas olahraga seperti GOR Suzuya Mall Pematangsiantar, aula internal Makodim, hingga ruang santai seperti Café Mangga Dua di Tapanuli Tengah.
Pola penyebaran ini sengaja dilakukan untuk menyentuh langsung simpul-simpul masyarakat di daerah. Sejak peluit babak penyisihan ditiup, ketegangan langsung terasa. Skema gugur memaksa setiap tim memutar otak dari babak 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga menyisakan empat tim terbaik di laga puncak.
Berdasarkan hasil investigasi jalannya pertandingan, tensi tinggi terus terjaga hingga larut. Karakteristik permainan domino yang memadukan kalkulasi matematis, ingatan kuat, dan kelihaian membaca umpan lawan membuat beberapa tim unggulan bertumbangan lebih cepat.
Di wilayah Kodim 0201/Medan, kejutan terjadi saat Team TONGRA 5 tampil dominan dan sukses menghempaskan rival beratnya, UNIGAS 5, di partai final. Sementara di wilayah Kodim 0203/Langkat, soliditas Tim FKPPI tidak mampu dibendung oleh tim-tim kuat lainnya seperti Kebun Lada maupun Kotik MPW PP Sumut.
Namun, sorotan terbesar dalam turnamen ini mengarah pada wilayah Kodim 0209/Labuhanbatu. Di saat wilayah lain didominasi oleh kemenangan tim sipil, duet prajurit TNI—Serka H. Sijabat yang berpasangan dengan Sertu Herman Melayu—secara dramatis berhasil merebut gelar Juara I. Kemenangan ini membuktikan bahwa ketajaman strategi personel militer tidak hanya berlaku di medan latihan, tetapi juga teruji di atas meja domino.
Berikut peta lengkap para jawara yang berhasil menguasai podium tertinggi di tujuh wilayah Kodim:
Kodim 0201/Medan: Team TONGRA 5
Kodim 0203/Langkat: Tim FKPPI
Kodim 0207/Simalungun: Dejavu 2 Orado
Kodim 0208/Asahan: Tim Tower I
Kodim 0209/Labuhanbatu: Serka H. Sijabat & Sertu Herman Melayu
Kodim 0211/Tapanuli Tengah: Tim Pal Pal
Kodim 0213/Nias: Tim AGT
Di luar aspek menang dan kalah, penyelenggaraan turnamen Orado (Olahraga Domino) ini membawa pesan mendalam mengenai konsep kemanunggalan TNI dan rakyat. Pengurus Pemprov Sumatra Utara (Pemprovsu) Orado yang mengawal teknis perwasitan menyebutkan bahwa antusiasme tinggi ini menjadi bukti nyata betapa melekatnya permainan ini di hati masyarakat.
Kehadiran unsur Forkopimda yang ikut serta dalam laga eksebisi juga mempertegas runtuhnya sekat-sekat birokrasi. Melalui media kartu domino, para pejabat daerah, komandan satuan militer, tukang ojek, pedagang, hingga pemuda berkumpul dan duduk setara di satu arena.
Turnamen ini pada akhirnya bukan sekadar perayaan seremonial ulang tahun militer, melainkan sebuah ruang rekonsiliasi sosial yang humanis, mempertemukan ribuan kepala dalam atmosfer kebersamaan yang cair di wilayah Kodam I/Bukit Barisan.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
