MedanEkspress | Medan – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai gelaran Pertandingan Gaple Gembira dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 PEPABRI (Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026 ini digelar di The Green Driving Range, Helvetia, di bawah naungan kepemimpinan Ketua PEPABRI Sumatera Utara, Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin.
Ajang ini sukses menjadi wadah silaturahmi yang sarat kenangan bagi para purnawirawan lintas matra, mulai dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, hingga Polri. Tim perwakilan Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) turut diperkuat oleh Kolonel Ckm (Purn) Aston Rumahorbo, Kolonel Arh (Purn) Hermansyah, Kolonel Ckm (Purn) drg. Susanto, Serka (Purn) Syahrial, dan rekan-rekan dengan membawa semangat kebersamaan yang tinggi. Kehadiran Ibu Rosliani, Ibu Riah Malem, dan Ibu Normin juga semakin menambah semarak suasana di arena pertandingan.
Berdasarkan hasil undian panitia, tercipta kombinasi unik antarmatra yang mempertemukan Kolonel Ckm (Purn) drg. Susanto dari perwakilan PPAD dengan Ibu Melvi dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU). Sinergi luar biasa ini terbukti tangguh di atas meja pertandingan. Babak demi babak dilewati dengan taktik matang, kalkulasi yang presisi, serta gertakan humoris yang mencairkan suasana.
Langkah mulus pasangan ini terus melaju, termasuk saat menghadapi sesama rekan dari PPAD seperti pasangan Serka (Purn) Syahrial dan Letkol Caj (Purn) Riah Malem. Ketajaman strategi mengocok batu gaple ini rupanya merupakan buah dari hobi mendalam yang telah terawat sejak masa penugasan di Aceh tahun 2000–2002 silam.
Keberhasilan menembus partai puncak tidak lepas dari derasnya dukungan moral dan doa dari komunitas tenis PPAD. Salah satu dorongan semangat yang berarti datang dari Mas Sunarto, sosok purnawirawan yang dikenal lewat rekam jejaknya sebagai mantan pemain tenis PORAD pada masa dinas aktif.
Setelah melalui kompetisi sengit melawan pasangan-pasangan senior lainnya yang tak kalah lihai, duet tangguh PPAD dan PPAU ini akhirnya berhasil keluar sebagai Juara 1. Kemenangan ini terasa sangat berkesan dan membanggakan.
Lebih dari sekadar penanda prestasi di atas kertas, gelar juara ini merupakan simbol dari kuatnya jalinan kebersamaan, rasa saling mendukung, dan kehangatan silaturahmi yang tak pernah luntur di antara para veteran. Gelak tawa di atas meja gaple hari itu menjadi bukti nyata bahwa jiwa korsa dan persaudaraan purnawirawan akan terus menyala hangat sepanjang masa.
Sumber: Humas PPAD Sumut
