MedanEkspress | Medan - Senin pagi, 19 Oktober 2026, kawasan Petisah Tengah, Medan, tampak berbeda dari biasanya. Sinar matahari yang biasanya terik, kali ini harus berjuang menembus lapisan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti kota. Jarak pandang darat yang menyusut hingga kisaran 1–4 kilometer memaksa para pengguna jalan memperlambat laju kendaraan mereka dengan lampu utama yang menyala.
Di tengah udara abu-abu yang perih di mata dan menyesakkan dada, sebuah riak kepedulian muncul dari sebuah sudut di Jalan Rotan No. 72, Petisah Tengah. Di depan Kantor Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia, para pengurus koperasi tampak sibuk menenteng kotak-kotak berisi masker medis dan respirator standar.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Koperasi, Suwarno, S.E., M.M., didampingi Sekretaris Zullifkar AB, S.T., dan anggota Ibrahim Ahmad Tanjung, S.E., serta Abu Bakar Nasution Dengan senyum ramah di balik masker mereka, keempat pengurus ini turun ke jalan demi mengulurkan perlindungan bagi warga yang tidak memiliki pilihan selain harus tetap mengais rezeki di luar ruangan.
"Kondisi udara kita sedang tidak sehat akibat kiriman asap Karhutla. Kami di Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia merasa terpanggil untuk hadir secara nyata. Ini bukan sekadar membagikan masker, tetapi tentang menjaga napas dan kesehatan saudara-saudara kita yang berjuang di jalanan," ujar Suwarno di sela-sela kegiatan.
Satu per satu, driver ojek online (ojol) yang sedang menunggu orderan, serta sopir angkutan kota (angkot) yang melintas, menepikan kendaraan mereka dengan antusias. Tidak hanya pengemudi, para penumpang angkot yang kaca kendaraannya terpaksa dibuka lebar demi sirkulasi udara juga ikut diberikan masker gratis.
Langkah kaki para pengurus koperasi kemudian berlanjut menyisir area luar Pasar Petisah Medan. Di sana, para pedagang yang harus bertahan menjaga lapaknya di tengah ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menyambut baik uluran tangan ini.
Di saat sektor pendidikan mengalihkan aktivitas ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi melindungi anak-anak, para pedagang dan pekerja informal ini mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh pihak koperasi.
"Sangat membantu sekali. Seharian di jalan rasanya tenggorokan sudah mulai perih. Syukur ada pembagian masker gratis ini dari bapak-bapak koperasi," ungkap Nurita, salah seorang pedagang di Pasar Petisah.
Melalui aksi sosial ini, Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia tidak hanya sekadar membagikan pelindung fisik dari partikulat halus PM2.5 yang berbahaya. Lebih dari itu, mereka telah membagikan pesan moral yang kuat: bahwa di tengah kabut asap yang menyesakkan, kepedulian sesama adalah udara segar yang menguatkan warga Medan untuk terus melangkah.
Sumber: Humas Koperasi Produsen GTI
