MedanEkspress | Deli Serdang - Di bawah langit malam Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, kecemasan para orang tua kerap memuncak saat anak-anak remaja mereka belum kembali ke rumah. Di wilayah pinggiran yang berbatasan langsung dengan dinamika perkotaan ini, bayang-bayang kelam penyalahgunaan narkoba dan anarki jalanan berwujud geng motor nyata menghantui.
Menjawab keresahan laten tersebut, Koramil 0204-01/Sunggal jajaran Kodim 0204/Deli Serdang tidak memilih berpangku tangan atau sekadar melempar urusan kepada aparat penegak hukum formal. Pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, sebuah formula taktis diterapkan di lapangan: memadukan kedisiplinan militer dengan kekuatan struktural organisasi kemasyarakatan (ormas) akar rumput.
Jarum jam menunjukkan pukul 21.00 WIB ketika Serka Irfan Andi Rachman bersama dua anggota Koramil mulai melangkah membelah kegelapan desa. Namun malam itu mereka tidak sendiri. Di sisi kiri dan kanan mereka, melekat dua kader FKPPI dan tiga personel Grib Jaya. Mereka melebur, bergerak dalam satu visi makro: memutus ruang gerak kriminalitas remaja sebelum sempat meletup menjadi konflik.
Filosofi patroli malam itu bergeser dari sekadar unjuk kekuatan (show of force) menjadi dialog dari hati ke hati. Menyisir titik-titik rawan tempat muda-mudi kerap berkumpul, tim gabungan ini memilih pendekatan persuasif. Tidak ada bentakan, yang ada adalah ketegasan yang mengayomi.
Saat menemui kerumunan remaja di sudut-sudut jalan desa, Serka Irfan langsung mengambil peran dialogis. Petugas mengingatkan mereka tentang masa depan yang dipertaruhkan, serta hancurnya harapan orang tua jika mereka terperosok ke dalam lingkaran setan narkoba atau terjebak dalam euforia semu geng motor.
Langkah ini dinilai efektif sebagai langkah preventif hulu. Dengan merangkul tokoh pemuda dan anggota ormas lokal seperti FKPPI dan Grib Jaya, imbauan yang disampaikan memiliki daya tekan psikologis yang lebih organik. Para remaja disadarkan bahwa lingkungan tempat mereka tinggal kini diawasi langsung oleh elemen masyarakatnya sendiri.
Selama ini, stigma miring tidak jarang disematkan pada organisasi kepemudaan di beberapa wilayah Sumatera Utara. Namun, resep yang dimainkan oleh Koramil 0204-01/Sgl malam itu membuktikan hal sebaliknya. "Ormas bisa menjadi mitra strategis teritorial yang sangat andal jika dirangkul dengan komunikasi yang tepat," kata Danramil 0204-01/Sgl, Kapten Kav Murphy Khairuddin di tempat terpisah.
Kehadiran fisik personel TNI bersama ormas di lapangan mengirimkan pesan berlapis. Bagi warga Sei Semayang, ini adalah peredam cemas—sebuah jaminan bahwa kampung mereka sedang dijaga dengan ketat. Bagi para pelaku potensi kejahatan, ini adalah peringatan keras bahwa ruang untuk bermanuver telah dipersempit secara masif.
Ketika patroli gabungan ini dinyatakan selesai menjelang tengah malam, ketenangan Desa Sei Semayang tetap terjaga utuh tanpa ada riak gangguan sedikit pun. Melalui kolaborasi taktis berskala mikro ini, Koramil 0204-01/Sgl berhasil membuktikan bahwa membentengi generasi muda tidak melulu soal penindakan hukum di hilir, melainkan tentang konsistensi hadir di tengah malam demi menjaga akal sehat dan masa depan mereka.
Sumber: Kodim 0204/DS
Editor: Zoel AB
