MedanEkspress | Belawan - Angin kencang di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, menjadi saksi bisu runtuhnya sebuah operasi penyelundupan narkotika internasional laut dalam skala raksasa. Sebuah kapal tanker tua buatan tahun 1993 berbendera Mongolia, MT Global 168 (IMO 9078347), bersandar dengan status sitaan setelah aparat gabungan membongkar lambung kapal yang ternyata menyembunyikan 1,16 ton racun ketamine.
Pengungkapan fantastis ini dipaparkan langsung dalam konferensi pers yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Jumat (23/10/2026). Namun, kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, di garda depan barisan pejabat tinggi negara siang itu, mengirimkan sinyal perang yang jauh lebih kuat: Sumatera Utara bukan lagi ruang aman bagi para sindikat.
Penyelidikan mendalam di lapangan menunjukkan bagaimana cerdiknya jaringan ini memanfaatkan kapal jenis oil products tanker/liquid bulk carrier. Zat psikotropika berbahaya tersebut dikemas sangat rapi ke dalam 58 karung, di mana setiap karung berisi 20 paket seberat masing-masing satu kilogram. Total 1.160 paket ketamine berhasil diamankan sebelum sempat menyusup dan meracuni jalanan kota di Sumatera Utara.
Kapolri tiba di pelabuhan sekitar pukul 10.03 WIB dan langsung meninjau kapal tanker tersebut bersama Pangdam I/BB dan Forkopimda. Peninjauan fisik ini memperlihatkan betapa rentannya jalur laut internasional jika tidak dijaga dengan sinergi intelijen yang ketat.
Kehadiran Mayjen TNI Hendy Antariksa di Pelabuhan Belawan bukan sekadar seremonial. Langkah ini menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam I/Bukit Barisan, kini menempatkan ancaman narkoba sebagai salah satu prioritas pertahanan wilayah yang harus diberangus hingga ke akar-akarnya.
"Sebagai bentuk komitmen nyata keseriusan aparat negara, hari ini kita bisa mengungkap dan menangkap sebuah kapal MT Global 168," tegas Kapolri dalam konferensi pers, mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan.
Dukungan penuh militer ini diperkuat dengan kehadiran tokoh penting lainnya, seperti Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama, Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin, serta Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan. Berkumpulnya para pemegang kebijakan tertinggi ini membuktikan bahwa negara hadir secara utuh untuk memutus rantai pasokan narkoba dari luar negeri.
Di akhir acara, ketegasan aparat negara dilebur bersama komitmen masyarakat Sumatera Utara. Sebuah deklarasi bersama dikumandangkan dengan lantang di area pelabuhan, menolak segala bentuk peredaran gelap narkotika dan berjanji membangun kolaborasi pencegahan yang menutup rapat setiap celah "pelabuhan tikus" di sepanjang garis pantai Sumatera.
Saat foto bersama diambil di depan barang bukti 1,16 ton ketamine, pesan dari Pelabuhan Belawan hari itu sangat jelas dan tidak terbantahkan: Siapa pun sindikat internasional yang mencoba menjadikan tanah Sumatera Utara sebagai surga peredaran narkoba, mereka hanya akan menemukan ruang tahanan dan hukum yang menjerat tanpa ampun. Penyelidikan kini terus dikembangkan untuk mengejar aktor intelektual di balik kapal tanker Mongolia tersebut.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
