MedanEkspress | Tapteng - Deru mesin alat berat di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, menjadi simfoni harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak hadir langsung untuk memastikan denyut nadi ekonomi warga kembali berdetak normal melalui pembangunan infrastruktur yang kokoh, Jumat (9/1/2026).
Peninjauan pembangunan Jembatan Armco ini bukan sekadar kunjungan kerja rutin. Bagi Jenderal Maruli, jembatan ini adalah kunci vital. Tanpanya, mobilitas warga lumpuh, distribusi logistik tersendat, dan bantuan kemanusiaan sulit menjangkau mereka yang membutuhkan.
"Pembangunan ini dilakukan dengan perencanaan matang dan konstruksi yang kokoh agar mampu menopang kendaraan berat serta mendukung pemulihan fasilitas publik, termasuk sekolah dan sarana umum," tegas Kasad di sela-sela peninjauannya.
TNI Angkatan Darat tidak main-main dalam memacu target pembangunan di wilayah terdampak. Jenderal Maruli mengungkapkan sebuah target ambisius: membangun 50 titik jembatan Armco di berbagai lokasi strategis. Hingga saat ini, 13 unit telah rampung berdiri dan jumlahnya dipastikan akan terus bertambah.
Tak hanya itu, jembatan Bailey juga menjadi prioritas dengan target 40 unit, di mana 17 unit di antaranya sudah siap digunakan masyarakat.
Untuk mengejar target tersebut, sebanyak 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truk, telah dikerahkan khusus untuk wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kasad menekankan bahwa mandat dari Presiden RI sangat jelas: percepatan rehabilitasi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, fokus TNI AD tidak berhenti pada jembatan saja.
“Fokus pemulihan tidak hanya pada pembangunan jembatan, tetapi juga perumahan, sarana dasar, dan penyediaan air bersih di sekolah guna mendukung masyarakat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan,” tambah Jenderal Maruli.
Strategi besar ini, menurut Kasad, memerlukan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat setempat. Baginya, percepatan pemulihan adalah kerja kolektif agar setiap hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memperkuat ketahanan wilayah pascabencana.
Dalam kunjungan ini, Jenderal Maruli didampingi oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa beserta jajaran pejabat utama TNI AD dan Kodam I/BB.
Kehadiran para petinggi militer ini menegaskan komitmen penuh institusi dalam mengawal setiap jengkal pembangunan di Bumi Tapanuli agar selesai tepat waktu.
Kini, di bawah koordinasi yang ketat dan kerja keras di lapangan, target 50 titik jembatan bukan lagi sekadar angka, melainkan janji nyata untuk memulihkan kejayaan dan konektivitas di Tanah Tapanuli.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
