-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TNI-Polri-BNN dan Satpol PP Gempur Zona Merah Narkoba dan Judi di Jermal

| Januari 11, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Medan – Matahari di kawasan Jermal, Kecamatan Medan Denai, belum terbenam sepenuhnya pada Sabtu (11/1/2026), namun deru mesin kendaraan petugas dan langkah sepatu lars prajurit sudah memecah keheningan. 

Hari itu, tidak ada kata kompromi. Ratusan personel gabungan dari Kodim 0201/Medan, Polri, BNN dan Satpol PP datang dengan satu misi: meruntuhkan simbol "kekebalan" hukum di wilayah yang selama ini dijuluki zona merah narkoba dan perjudian.

Suasana mencekam berubah menjadi riuh saat petugas mulai merobohkan bangunan-bangunan semi-permanen yang tersembunyi di balik gang sempit. Bangunan yang lebih dikenal warga sebagai "barak narkoba" itu satu per satu diratakan dengan tanah. 

Tak berhenti di situ, api mulai menyulut sisa-sisa kayu dan terpal, mengirimkan asap hitam ke langit sebagai sinyal bahwa tempat maksiat tersebut telah tamat.

Aksi ini merupakan bagian dari Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), namun dengan intensitas yang jauh lebih bertenaga. Personel TNI-Polri terlihat bahu-membahu membongkar sekat-sekat ruang yang diduga kuat menjadi tempat para pecandu mengonsumsi barang haram dan lokasi meja judi beroperasi.

"Ini bukan sekadar patroli biasa. Ini adalah penegasan bahwa negara hadir. Kami tidak akan membiarkan sejengkal tanah pun di Medan dikuasai oleh perusak masa depan bangsa," ujar salah satu perwira Kodim 0201/Medan di lokasi, di tengah kepulan asap sisa pembakaran barak.

Selama bertahun-tahun, kawasan Jermal menyisakan kecemasan bagi para orang tua. Keberadaan barak-barak liar tersebut seperti bayang-bayang gelap yang mengintai anak-anak muda di sana. Maka, ketika api melahap sisa-sisa barak tersebut, ada raut lega di wajah beberapa warga yang menyaksikan dari kejauhan.

"Kami sudah lama resah, Mas. Anak-anak kami takut lewat sini. Dengan dibakar begini, kami berharap setannya juga ikut pergi," bisik seorang ibu paruh baya yang tak ingin disebutkan namanya, sambil menatap puing-puing bangunan yang kini rata dengan tanah.

Penggempuran ini menjadi pesan kuat bagi para bandar dan pelaku judi: zona merah tidak lagi aman bagi mereka. Aparat gabungan memastikan bahwa pengawasan tidak akan berhenti setelah api padam. Penjagaan berkelanjutan akan dilakukan agar "penyakit" yang sama tidak tumbuh kembali di atas tanah yang baru saja dibersihkan.

Kini, di bekas barak yang hangus itu hanya tersisa debu dan arang. Namun bagi warga Jermal, pemandangan itu jauh lebih indah daripada melihat barak-barak yang tegak berdiri namun merusak jiwa generasi muda mereka. Perang melawan narkoba di Medan belum usai, namun hari ini, satu benteng kegelapan berhasil diruntuhkan.

Sumber: Redaksi MEC 
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update