MedanEkspress | Tapanuli Utara – Tumpukan material longsor yang ekstrem menyebabkan sejumlah wilayah pedesaan di Tapanuli Utara masih terisolasi hingga kini. Salah satunya Desa Lobu Singkam di Kecamatan Sipaholon.
Jalur darat menuju ke desa ini telah hancur lebur tak menyisakan bentuk, pascabencana dahsyat yang datang menghunjam di akhir November 2025. Sementara, kondisi warga yang terjebak, terus mengalami penurunan signifikan. Mereka butuh segera logistik untuk menyambung hidup.
Merespons kondisi darurat tersebut, TNI langsung bergerak cepat. Mengirim logistik dengan helikopter pada Sabtu (3/1/2026). Bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya yang dibawa dari Bandara Silangit, dipastikan cepat sampai dan tiba dengan selamat di perbukitan Desa Lobu Singkam yang disulap menjadi helipad dadakan. Warga spontan bersorak gembira. Bayangan kelaparan seketika sirna dari pelupuk mata mereka.
"Bantuan logistik dengan metode airdrop seperti ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik bagi warga terdampak bencana, melainkan bukti nyata bahwa TNI tidak membiarkan rakyat sendirian menghadapi masa-masa sulitnya," terang Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap.
Logistik yang dikirimkan meliputi beras, makanan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan bayi dan lansia. Distribusi bantuan disebar secara merata oleh personel Yonif 122/Tombak Sakti yang setia menemani warga di wilayah terisolir.
Selain memastikan ketersediaan pangan, TNI bersama pemerintah daerah terus berupaya membuka kembali akses darat yang tertutup guna mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
