MedanEkspress | Medan – Di bawah langit Medan yang teduh pada Senin pagi (12/1/2026), suasana di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja, terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni rutin, kehadiran keluarga besar Penerangan Kodam (Pendam) I/Bukit Barisan hari itu adalah sebuah perjalanan hati untuk mengenang mereka yang telah memberikan segalanya bagi tanah tumpah darah.
Ziarah ini menjadi kado spiritual dalam memperingati HUT ke-75 Penerangan TNI Angkatan Darat tahun 2026. Di balik seragam loreng dan uniform Persit serta batik anggun PNS TNI AD yang melangkah perlahan di antara nisan, terpancar doa dan rasa hormat yang mendalam bagi para pendahulu yang kini telah tenang dalam dekapan Ibu Pertiwi.
Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), memimpin langsung momen refleksi ini. Saat ia meletakkan karangan bunga di tugu utama, suasana hening menyelimuti. Tak ada suara, kecuali desir angin yang seolah membawa pesan bahwa perjuangan belum usai; ia hanya berganti rupa.
Momen paling menyentuh terlihat saat prosesi tabur bunga. Jemari para prajurit dan ibu-ibu Persit perlahan menaburkan kelopak bunga di atas pusara, sebuah simbol kasih sayang dan janji untuk tidak melupakan sejarah. Di setiap nisan yang mereka singgahi, terselip doa agar semangat patriotisme para pahlawan senantiasa mengalir dalam nadi insan Penerangan TNI AD.
"Ziarah ini adalah cara kita 'berbicara' dengan sejarah," ujar Kolonel Asrul dengan nada rendah namun penuh penekanan. "Kita diingatkan bahwa fasilitas dan posisi yang kita nikmati hari ini adalah warisan dari pengorbanan nyawa. Bagi kami di Penerangan, meneladani mereka berarti bekerja dengan kejujuran, dedikasi, dan loyalitas tanpa batas," ungkapnya.
Memasuki usia ke-75 tahun, Pendam I/BB menyadari tantangan zaman yang kian dinamis. Namun, Kapendam I/BB menekankan bahwa kecanggihan teknologi informasi harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran yang ditinggalkan para pahlawan. "Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyampai informasi, tapi sebagai jembatan kepercayaan bagi masyarakat. Semangat pahlawan adalah kompas kami untuk tetap profesional dan objektif," tambahnya.
Ziarah ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan sosial yang digelar Pendam I/BB. Melalui momen ini, keluarga besar Pendam I/BB ingin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: bahwa pahlawan tidak pernah mati selama semangatnya masih dirawat oleh mereka yang terus berjuang untuk bangsa, meski melalui tulisan dan informasi.
Pagi itu, saat sinar mentari belum begitu terik, namun semangat rombongan yang meninggalkan TMP berjalan dengan langkah tegak, membawa pulang tekad membara yang baru saja mereka jemput dari pusara para pejuang.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
