MedanEkspress | Medan – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Markas Kodim 0201/Medan di Jalan Pengadilan No. 8, Medan Petisah, saat Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, melakukan kunjungan kerja pada Senin (19/1/2026). Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan satuan, melainkan menjadi momen refleksi bagi para prajurit untuk meneguhkan kembali pengabdian mereka kepada masyarakat.
Setibanya di lokasi, Pangdam yang didampingi Ketua Persit KCK Daerah I/BB, Ny. Linda Hendy Antariksa, disambut hangat oleh Dandim 0201/Medan Kolonel Inf M. Radhi Rusin beserta seluruh jajaran. Namun, suasana formal militer segera mencair saat Pangdam memberikan arahan yang menyentuh hati para prajurit.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Hendy Antariksa secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi prajurit Kodim 0201/Medan yang bergerak cepat dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara baru-baru ini. Ia menekankan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal tugas profesi, melainkan panggilan kemanusiaan.
"Pembangunan jembatan dan sarana penghubung yang kalian lakukan di wilayah terdampak bencana adalah bukti nyata bahwa detak jantung TNI selalu selaras dengan kesulitan rakyat. Teruslah hadir sebagai pelindung dan pemberi solusi. Jangan biarkan rakyat merasa sendirian saat menghadapi kesulitan," ujar Pangdam dengan nada penuh motivasi.
Kehangatan kunjungan ini juga terlihat saat Ny. Linda Hendy Antariksa bersilaturahmi dengan anggota Persit di kantor Persit Kodim 0201/Medan. Baginya, dukungan istri prajurit adalah pilar utama yang menguatkan moral para suami dalam menjalankan tugas mulia di lapangan.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kasdam I/BB dan para pejabat utama Kodam I/BB ini diakhiri dengan penulisan kesan dan pesan oleh Pangdam. Di sana, tertuang harapan agar Kodim 0201/Medan terus menjadi oase bagi masyarakat Medan—sebuah markas yang tidak hanya gagah secara fisik, tetapi juga lembut dan mengayomi bagi warga yang membutuhkan.
Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa seragam hijau yang mereka kenakan adalah simbol harapan bagi masyarakat, terutama saat badai kesulitan datang menerpa.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
