MedanEkspress | Sibolga – Pagi itu, Minggu (4/1/2026), suasana di Jalan Aek Parira dan Jalan Murai tidak seperti biasanya. Deru mesin potong kayu (chainsaw) memecah keheningan, beradu dengan suara denting sekop yang menghantam aspal yang terkubur lumpur. Di bawah terik matahari, puluhan personel Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan dan Yon TP 905/TS tampak bersimbah peluh, bekerja bahu-membahu bersama warga setempat.
Bagi warga Kelurahan Angin Nauli dan Aek Manis, kehadiran para prajurit TNI ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan suntikan semangat untuk bangkit dari dampak bencana yang baru saja melanda.
Di sektor Jalan Aek Parira, pemandangan cukup kontras terlihat. Material kayu berukuran besar yang menutup akses jalan dipotong perlahan oleh personel TNI. Sementara itu, di sudut lain, para Babinsa bersama warga laki-laki maupun perempuan, tanpa canggung mengeruk lumpur tebal yang masuk ke fasilitas umum menggunakan cangkul dan peralatan seadanya.
"Kami ingin masyarakat segera bisa beraktivitas lagi. Kalau akses jalan tertutup kayu dan lumpur, ekonomi dan sekolah anak-anak pasti terganggu. Itulah prioritas kami," ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap.
Tak hanya soal jalan, kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. Di Jalan Murai, para prajurit masuk ke dalam parit-parit yang tersumbat tanah. Mereka sadar, aliran air yang mampet adalah ancaman banjir susulan jika hujan kembali turun. Senyum tipis warga mulai mengembang saat melihat air kembali mengalir lancar di saluran drainase yang sebelumnya mati total.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di tengah kepungan material sisa bencana, rasa lelah seolah luruh saat melihat gotong royong yang kembali hidup. "Dengan keterlibatan semua pihak, kami berharap luka akibat bencana ini lebih cepat sembuh. Pemulihan lingkungan adalah langkah awal agar nafas kehidupan warga Sibolga kembali normal," tutup Kolonel Asrul.
Kini, perlahan namun pasti, wajah jalanan di dua sektor tersebut mulai bersih kembali. Di balik tumpukan lumpur yang berhasil disingkirkan, ada harapan baru yang tumbuh bagi warga Sibolga untuk memulai kembali keseharian mereka dengan lebih tenang.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
