MedanEkspress | Badiri – Sisa-sisa trauma akibat bencana alam masih membekas di wajah warga Lingkungan 111, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun, pada Minggu sore (5/1/2026), mendung di hati warga sedikit tersingkap. Deru mobil pengangkut bantuan dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah datang membawa lebih dari sekadar logistik; mereka membawa harapan.
Di bawah komando Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal), para prajurit TNI dari Kodim 0211/Tapteng itu tidak hanya datang sebagai petugas, tetapi sebagai saudara. Dengan sigap, mereka bersama Babinsa Koramil 0211-04/Pinangsori dan personel Yon TP bahu-membahu menurunkan paket bantuan di tengah pemukiman yang baru saja diterjang musibah.
Bantuan yang disalurkan pun menyentuh kebutuhan paling mendasar. Mulai dari beras SPHP dan minyak goreng untuk dapur yang sempat dingin, hingga susu dan perlengkapan bayi bagi para ibu yang sempat cemas akan kesehatan buah hatinya. Tak lupa, selimut dan pakaian layak pakai dibagikan untuk menghalau dinginnya malam di pengungsian atau rumah yang rusak.
"TNI hadir untuk memastikan bahwa warga tidak sendirian menghadapi masa sulit ini. Kami ingin beban yang berat ini dipikul bersama," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap dalam keterangannya.
Suasana haru menyelimuti saat Kepala Lingkungan 111 menerima bantuan tersebut secara simbolis. Tanpa sekat, warga setempat pun turun tangan membantu para prajurit mendistribusikan bantuan agar tepat sasaran. Tawa kecil anak-anak saat menerima biskuit menjadi pemandangan yang menyejukkan di tengah upaya pemulihan pascabencana.
Bagi warga Lopian, kehadiran Satgas Gulbencal sore itu bukan sekadar urusan administrasi bantuan sosial. Ini adalah bukti nyata bahwa di saat tersulit sekalipun, solidaritas tetap berdiri kokoh. Dukungan ini menjadi pemantik semangat bagi warga untuk segera bangkit dan menata kembali kehidupan yang sempat terhenti oleh bencana.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
