MedanEkspress | Tapteng – Di tengah suasana duka pascabencana, sebuah harapan baru muncul dari balik tanah SDN Sipange 2, Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Pada Jumat (2/1/2026), raut lega terpancar dari wajah para pengungsi saat air bersih mulai memancar deras dari sumur bor yang baru saja rampung dikerjakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan.
Bagi warga di pengungsian, air bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan martabat dan kesehatan. Selama masa penanganan darurat, akses air bersih sering kali menjadi tantangan berat.
Memahami hal tersebut, Babinsa Koramil 0211-03/Pandan jajaran Kodim 0211/Tapteng bersama tim ahli bekerja maraton selama dua hari untuk memastikan fasilitas ini hadir tepat waktu.
"Penyediaan air bersih ini adalah solusi cepat yang kami upayakan agar manfaatnya langsung dirasakan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di pengungsian tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya," ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han).
Kini, sumur bor yang telah mencapai progres 100 persen tersebut berdiri sebagai simbol kepedulian TNI terhadap masyarakat. Bukan hanya untuk melepas dahaga, air yang mengalir ini menjadi penyambung semangat bagi warga Sipange untuk bangkit kembali menata kehidupan pascabencana.
Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menunjang sanitasi di lokasi pengungsian, sekaligus menjadi warisan fasilitas yang bermanfaat bagi SDN Sipange 2 dan masyarakat sekitar dalam jangka panjang.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
