MedanEkspress | Pematangsiantar – Suasana tegang begitu terasa di dalam Lapangan Tennis Indoor Rindam I/BB, Pematangsiantar pada Kamis pagi (19/2/2026). Di sana, sebanyak 494 pemuda pilihan berdiri di ambang impian mereka; mengenakan seragam loreng kebanggaan TNI Angkatan Darat dan menjadi Bintara Remaja (Baja).
Hari itu adalah momen penentuan atau Sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier TNI AD Gelombang I TA 2026. Kehadiran sosok nomor satu di Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menegaskan betapa krusialnya misi ini—mencari pemuda terbaik dari yang terbaik untuk menjadi tulang punggung satuan teritorial.
Langkah tegap Pangdam saat memasuki Rindam I/BB disambut dengan penghormatan jajar yang penuh wibawa. Namun, di balik seremonial tersebut, ada tanggung jawab besar yang dipikul. Hal ini tercermin dari amanat tertulis Aspers Kasad, Mayjen TNI I Wayan Suarjana, yang dibacakan Pangdam yang secara garis besar menekankan pentingnya objektivitas.
"Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar slogan. Ini adalah harga mati dalam setiap proses seleksi," tegas Pangdam di hadapan panitia. Di tengah dinamika waktu yang sempit, kejujuran tetap menjadi kompas utama dalam menyaring 494 kandidat yang telah melewati "kawah candradimuka" seleksi tingkat daerah.
Meski otot dan ketangkasan fisik menjadi syarat mutlak, sidang kali ini membedah lebih dalam. Tim ahli dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, psikologi, administrasi, hingga penelitian personel (Litpers), duduk melingkar untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat.
Hasil seleksi yang terakumulasi secara menyeluruh menjadi dasar setiap keputusan. Tujuannya satu, yakni menghasilkan prajurit yang tidak hanya tangguh di medan tempur, tetapi juga memiliki integritas tinggi untuk membangun wilayah teritorial Indonesia.
Setiap nama yang terpilih dalam sidang ini nantinya akan memikul beban sebagai wajah TNI AD di tengah masyarakat. Oleh karena itu, profesionalisme panitia menjadi kunci. Kehadiran Wakil Ketua Sidang beserta tim pengawas dan pengamanan memastikan bahwa proses ini berjalan tanpa celah.
Bagi 494 calon siswa yang menunggu dengan dada berdegup kencang, sidang ini adalah gerbang menuju pengabdian tanpa batas. Dan bagi Kodam I/BB, ini adalah langkah nyata dalam merawat masa depan organisasi melalui sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
