MedanEkspress | Tapteng - Krisis air bersih yang menghantui warga Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, pascabencana alam kini mulai teratasi. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan bergerak taktis melaksanakan percepatan pipanisasi guna mengalirkan kembali air bersih ke pemukiman warga pada Senin (02/02/2026).
Aksi gerak cepat ini dilakukan setelah jalur pipa sebelumnya hancur total akibat terjangan banjir dan tanah longsor. Tak tanggung-tanggung, personel TNI dari berbagai unsur—termasuk Sterad, Babinsa Koramil 03/Pandan, dan personel Yon TP 905/TS—diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyambung kembali "urat nadi" kehidupan warga tersebut.
Pekerjaan difokuskan pada pemasangan pipa baru sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Medan yang menantang tidak menyurutkan semangat para prajurit dan masyarakat yang bahu-membahu melakukan penanaman pipa ke dalam tanah hingga pemasangan bambu sebagai penyangga jalur pipa yang menyeberangi area curam.
Selain itu, dilakukan pula penguatan pada infrastruktur utama. "Kami melakukan pelapisan bak primer menggunakan fiber glass agar lebih tahan lama, serta menyambungkan jalur pipa baru ini ke jaringan lama yang masih berfungsi di pemukiman," jelas Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han) melalui keterangan resmi Pendam I/Bukit Barisan.
Pemandangan di lokasi menunjukkan kemanunggalan TNI yang kuat. Warga setempat aktif membantu penggalian dan pemasangan, menyadari betapa krusialnya ketersediaan air bersih untuk aktivitas harian mereka.
Kapendam I/BB menegaskan bahwa program ini merupakan mandat langsung untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat. “Melalui kerja bersama ini, kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan cepat sehingga aktivitas ekonomi dan sosial di Kelurahan Tukka kembali berjalan normal,” pungkasnya.
Kini, air bersih mulai kembali mengalir ke rumah-rumah warga, menjadi bukti nyata respons cepat Kodam I/BB dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatera Utara.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
