MedanEkspress | Paluta - Bertahun-tahun warga Desa Purba Sinomba dan Desa Pagaran Tonga di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, harus bertaruh nyawa saat melintasi jembatan gantung yang rapuh. Kini, kekhawatiran itu sirna setelah Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan berhasil menuntaskan rehabilitasi total jembatan tersebut pada Sabtu (7/2/2026).
Jembatan sepanjang 72 meter yang dibangun sejak 1979 ini sebelumnya dijuluki warga sebagai akses "maut", karena lantai kayunya yang lapuk dan bolong di sana-sini. Namun, melalui tangan dingin personel TNI dari Koramil 0212-05/Padang Bolak, Kodim 0212/Tapsel dan Denzibang Sibolga, jembatan legendaris ini bertransformasi menjadi sarana penyeberangan yang kokoh.
Bukan sekadar perbaikan ringan, Satgas Kodam I/BB melakukan penggantian menyeluruh pada bagian-bagian vital. Seluruh papan lantai lama yang telah dimakan usia, diganti dengan plat besi yang jauh lebih kuat dan tahan lama.
"Pengerjaan difokuskan pada penguatan struktur, mulai dari pemasangan gelagar hingga pengecatan ulang tiang dan pagar. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas," ungkap Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, dilansir dari Pendam I/BB, Minggu (8/2/2026).
Keberadaan jembatan ini merupakan urat nadi utama bagi mobilitas sosial dan ekonomi warga di Kabupaten Padang Lawas Utara. Dengan rampungnya perbaikan ini, aktivitas petani mengangkut hasil bumi dan anak-anak yang berangkat sekolah tidak lagi terhambat oleh rasa takut akan ambruknya jembatan.
Selesainya rehabilitasi ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Kini, jembatan dengan lebar 1,8 meter tersebut telah kembali berfungsi normal, menyambungkan kembali asa warga yang sempat terputus oleh kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
