MedanEkspress | Pematang Siantar – Di tengah lapangan bersejarah Jenderal Soedirman, Rindam I/Bukit Barisan, sebuah prosesi krusial bagi masa depan pertahanan negara berlangsung. Bukan sekadar baris-berbaris, sebanyak 2.005 pemuda yang terpilih dari berbagai pelosok daerah kini berdiri di titik nadir perjuangan mereka: Sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Calon Tamtama (Cata) PK TNI AD Gelombang I TA 2026.
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, turun langsung memimpin proses kurasi ketat ini pada Jumat (13/3/2026). Kehadirannya di Rindam I/BB bukan sekadar formalitas kepemimpinan, melainkan bentuk pengawalan langsung terhadap kualitas "bahan baku" manusia yang akan dibentuk menjadi benteng kedaulatan bangsa.
Dalam sidang yang menjadi pintu terakhir sebelum pendidikan militer dimulai, Pangdam membacakan amanat penting dari Asisten Personel Kasad, Mayjen TNI I Wayan Suarjana. Pesan yang disampaikan sangat lugas. TNI AD tidak hanya mencari kuantitas, tetapi kualitas yang teruji melalui prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
“Setiap keputusan harus didasarkan pada hasil seleksi menyeluruh dan terakumulasi. Kita harus menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme,” tegas Pangdam dalam forum tersebut. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa hanya mereka yang benar-benar memenuhi standar kesehatan, administrasi, psikologi, dan jasmani yang berhak menyandang status sebagai prajurit.
Kurasi ketat terhadap 2.005 calon siswa ini bukan tanpa alasan strategis. Para pemuda ini diproyeksikan untuk memperkuat satuan teritorial pembangunan. Di masa depan, mereka akan menjadi mata, telinga, sekaligus tangan kanan negara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Proses seleksi yang dilakukan oleh tim ahli—mulai dari Tim Kesehatan, Psikologi, hingga Penelitian Personel (Litpers)—bertujuan memastikan bahwa calon prajurit masa depan memiliki mentalitas yang sehat dan loyalitas tunggal kepada NKRI.
Bagi ribuan pemuda yang mengikuti sidang ini, hari tersebut adalah puncak dari latihan fisik dan mental yang mereka jalani selama berbulan-bulan. Di bawah tatapan tajam panitia pusat dan pengawasan langsung Pangdam I/BB, mereka tidak hanya dinilai dari kekuatan otot, tetapi juga ketajaman pikiran dan keteguhan karakter.
Melalui Sidang Pantukhir ini, Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen melahirkan prajurit-prajurit terbaik yang siap ditempa di kawah candradimuka, demi satu tujuan mulia: menjaga setiap jengkal kedaulatan Indonesia.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
