MedanEkspress | Jakarta – Hangatnya jabat tangan dan senyum semringah mewarnai pertemuan para purnawirawan TNI Angkatan Darat lulusan tahun 1988 yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Tidar 1988 (IKAT ’88) wilayah Jabodetabek.
Mengambil momentum bulan Syawal, mereka menggelar acara Halal Bihalal (HBH) di Rumah Makan Ombak Laut, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026), sekaligus momen bersejarah: Pengukuhan Pengurus Korwil Jabodetabek yang baru ---sebuah langkah awal untuk menjadikan wilayah ini sebagai "magnet" bagi rekan-rekan seperjuangan.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh tawa ini dimulai sejak pukul 10 pagi. Meski rambut sudah memutih dan seragam dinas telah berganti dengan pakaian batik yang rapi, semangat "Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Rasa" tetap terasa kental di antara para jenderal dan kolonel purnawirawan yang hadir.
Brigjen TNI (Purn) A. Supriyanto, selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Formatur, membuka rangkaian sambutan dengan nada haru. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kemandirian anggota.
"Kegiatan ini diselenggarakan dari kita untuk kita. Inilah sarana kita mempererat persaudaraan dan saling memaafkan atas segala khilaf," ujarnya dengan tulus.
Semangat kemandirian ini pun dipertegas oleh Mayjen TNI (Purn) Ekoyatma Parnowo yang resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Jabodetabek. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi metode baru yang diterapkan, yakni program berbayar mandiri yang didukung oleh para donatur anonim.
"Ini adalah bentuk pengabdian. Untuk para pengurus, mari kita bekerja keras melayani teman-teman semua agar IKAT ’88 Jabodetabek semakin guyub dan aktif," pesan Mayjen Ekoyatma kepada jajaran pengurusnya, termasuk Kolonel Caj (Purn) Supiyardi (Sekretaris), Brigjen TNI (Purn) Amrizen (Bendahara), dan Brigjen TNI (Purn) Agus Santosa (Bidang Umum).
Mewakili Ketua Umum IKAT ’88, Letjen TNI (Purn) Chandra W. Sukotjo, Waketum Brigjen TNI (Purn) Abdurahman Made memberikan pandangan strategis mengenai posisi Jabodetabek. Baginya, Jabodetabek bukan sekadar wilayah geografis, melainkan sentra pemerintahan di mana instansi seperti Mabes TNI/TNI AD, LVRI, ASABRI, hingga PPAD berada.
"Jabodetabek adalah barometer kita semua. Dengan latar belakang yang multikultural, kita harus tetap menjaga harmoni dan rasa persahabatan yang tinggi," ungkapnya saat memberikan selamat kepada pengurus baru.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang khidmat, diikuti dengan sesi ramah tamah yang panjang. Di sela-sela santap siang, obrolan nostalgia masa-masa pendidikan dulu kembali menyeruak, membuktikan bahwa meski tugas kedinasan telah usai, ikatan batin antarlulusan ’88 tidak akan pernah pudar.
Selamat bertugas kepada pengurus baru, dan selamat ber-Halal Bihalal. IKAT ’88: Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Rasa!
Sumber: Humas IKAT'88















