MedanEkspress | Padang Lawas Utara – Bagi warga Desa Mompang Lombang dan Desa Mompang Dolok di Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), aliran sungai sepanjang sembilan meter di wilayah mereka bukan sekadar bentang alam biasa. Selama ini, sungai tersebut menjadi urat nadi mobilitas sekaligus saksi bisu perjuangan ratusan warga dalam menjalankan roda aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kondisi kian pelik ketika bencana banjir bandang menerjang kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Akses penghubung darat yang semula diandalkan warga seketika terputus total karena belum adanya fasilitas jembatan permanen. Akibatnya, anak-anak kesulitan menuju sekolah, para petani terhambat membawa hasil bumi ke pasar, dan mata rantai distribusi pemenuhan kebutuhan pokok antar-desa sempat lumpuh total.
Merespons isolasi geografis pascabencana ini, sebuah gerak nyata kini tengah diayunkan di lapangan. Di bawah program yang diprakarsai langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk pemulihan wilayah terdampak bencana, personel TNI dari Kodam I/Bukit Barisan melalui Koramil 06/Dolok Kodim 0212/Tapanuli Selatan, bergerak cepat bersinergi bersama personel Denzibang dan warga setempat. Mereka bahu-membahu menggelar gotong royong mendirikan Jembatan Armco di Desa Mompang Lombang, Kamis (28/5/2026).
Pembangunan infrastruktur di daerah yang baru saja dilanda bencana memiliki tantangan tersendiri, mulai dari sisa material banjir hingga mobilisasi alat. Namun, tantangan medan yang berat itu dijawab dengan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat yang kental.
Sejak pagi hari, para prajurit dan warga dari berbagai usia berkumpul di bibir sungai untuk membagi tugas. Sebagian personel fokus membersihkan sisa-sisa puing di sekitar tapak pondasi jembatan, sebagian lagi melangsir material bangunan secara estafet, hingga bersama-sama menurunkan struktur pipa baja bergelombang (Armco) ke lokasi pengerjaan.
Kerja keras kolektif ini membuahkan progres yang positif. Hingga Kamis siang, tahapan awal pembangunan jembatan dengan bentang sungai sekitar sembilan meter ini dilaporkan telah menyentuh angka 25 persen. Jembatan jenis Armco ini dipilih karena efisiensi waktu pemasangannya serta memiliki daya tahan yang sangat kokoh dalam menahan beban sirkulasi kendaraan, sekaligus ramah terhadap fluktuasi debit air sungai.
Kehadiran jembatan permanen ini diproyeksikan akan membawa dampak domino yang luas bagi kelangsungan hidup masyarakat di kedua desa. Sektor pendidikan menjadi salah satu aspek yang paling diuntungkan; anak-anak sekolah kini tidak perlu lagi mengitari rute alternatif yang jauh dan berisiko pascabanjir demi bisa sampai ke ruang kelas.
Di sisi lain, jembatan ini menjadi tumpuan harapan baru bagi para petani lokal. Akses jalan yang kembali normal berarti memangkas waktu tempuh dan menekan biaya logistik pertanian. Pada akhirnya, hal ini akan mendongkrak stabilitas ekonomi serta mempermudah distribusi kebutuhan sehari-hari warga di wilayah Padang Lawas Utara.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy S.I.P., menegaskan bahwa keterlibatan aktif prajurit di lapangan merupakan wujud nyata dari komitmen TNI dalam mengawal instruksi Kepala Negara untuk selalu hadir menjadi solusi bagi kesulitan rakyat.
"Melalui semangat gotong royong, TNI bersama masyarakat terus berupaya mempercepat pembangunan Jembatan Aramco agar akses warga kembali normal. Program ini juga menjadi wujud perhatian Presiden RI Bapak Prabowo Subianto terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan," tegas Kolonel Inf Sandy.
Saat matahari mulai bergeser ke barat, deru pekerjaan di Desa Mompang Lombang belum surut. Di bawah langit Paluta, sepotong jembatan baja kini sedang dirajut—bukan hanya untuk menyambung dua daratan yang terpisah, melainkan untuk mengembalikan asa dan masa depan ekonomi warga yang sempat terputus.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
Editor: Zoel AB
