MedanEkspress | Pakpak Bharat – Komitmen pemerintah dalam memeratakan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok negeri kembali terealisasi. Kodam I/Bukit Barisan melalui Kodim 0206/Dairi bersama personel Yon TP 906/SL secara resmi merampungkan pembangunan Jembatan Armco di Dusun Lae Tembuk Daling, Desa Sibagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (11/5/2026).
Pembangunan jembatan ini merupakan pengejawantahan dari gagasan strategis Presiden Prabowo untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman. Jembatan sepanjang 6 meter ini menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Kecupak, Kecamatan PGGS, dengan Desa Sibagindar, Kecamatan Pagindar.
Selama ini, mobilitas warga di perbatasan antar-kecamatan tersebut terkendala medan yang sulit dan ketiadaan penghubung yang mumpuni. Dengan rampungnya jembatan ini, akses transportasi kini terbuka 100 persen, memungkinkan kendaraan pengangkut hasil bumi dan logistik melintas dengan aman.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menjelaskan bahwa pengerjaan yang dimulai sejak 6 April 2026 ini mengutamakan kualitas struktur agar mampu bertahan dalam jangka panjang. "Pengerjaan meliputi pemasangan struktur plat baja Armco, penguatan pondasi, hingga pengecoran rabat beton pada badan jalan. Semua tahap dilakukan dengan ketelitian tinggi oleh personel gabungan Kodim 0206/Dairi dan Yon TP 906/SL," tegas Kolonel Inf Sandy.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat Pakpak Bharat ini menegaskan peran TNI AD dalam mendukung program strategis nasional. Selain teknis pembangunan, kemanunggalan TNI dengan rakyat terlihat jelas selama proses pengerjaan yang dibantu oleh dukungan moral dan logistik dari warga sekitar. "Rampungnya jembatan Armco ini adalah bukti nyata kepedulian TNI AD dalam mengatasi kesulitan rakyat, khususnya pada sektor infrastruktur. Kami berharap jembatan ini dapat meningkatkan ekonomi lokal secara signifikan," tambah Kapendam.
Dengan selesainya proyek ini, masyarakat Desa Sibagindar kini memiliki akses yang lebih layak menuju pusat-pusat layanan publik dan pasar, mengakhiri penantian panjang akan infrastruktur jembatan yang kokoh di wilayah mereka.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
