-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

240 Catar Medan Bertaruh Nasib demi Tiket Akademi TNI 2026

| Juni 30, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Medan – Langkah kaki ratusan pemuda tegap memenuhi Gedung Balai Prajurit Makodam I/Bukit Barisan pada Senin (29/6/2026). Hari itu bukan sekadar formalitas kalender, melainkan babak penentu nasib bagi 240 Calon Taruna (Catar) Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di bawah Panitia Seleksi Integratif Daerah (Panselinda) Medan. 

Di ruangan inilah, mimpi besar mereka untuk mengenakan seragam perwira dipertaruhkan dalam Sidang Penentuan Akhir Daerah (Pantukhirda). Sidang krusial yang menjadi jembatan hidup-mati menuju seleksi tingkat pusat ini dipimpin langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa. 

Kehadiran jenderal bintang dua tersebut menegaskan betapa tingginya standar yang dipasang TNI untuk menyaring mutiara terbaik dari tanah Sumatera. Di hadapan para penguji, lembaran portofolio data fisik, mental, akademik, hingga rekam jejak kesehatan para peserta dibedah tanpa celah.

Sistem penyaringan tidak main-main. Untuk memastikan keadilan bagi setiap peserta yang bertaruh nasib, Mabes TNI menerjunkan langsung tim supervisi dan pengawas pusat. Mereka bersanding dengan tim pemeriksa daerah (Rik/Uji), Dankodaeral I, serta Danlanud Suwondo Medan. 

Pengawasan berlapis ini sengaja dibentuk agar tidak ada satu pun penilaian subjektif yang lolos, sekaligus memastikan hanya karakter terbaik yang berhak memegang tiket ke fase berikutnya.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Hendy Antariksa menekankan bahwa TNI tidak sekadar mencari pemuda yang kuat secara fisik. Tantangan geopolitik dan pertahanan negara yang makin kompleks menuntut lahirnya sosok perwira yang adaptif, berintegritas, dan memiliki cetak biru kepemimpinan yang kokoh. "Penilaian harus dilakukan secara teliti, cermat, objektif, dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku," tegas Pangdam kepada seluruh panitia.

Menariknya, laporan mendalam dari ruang sidang juga menangkap sisi humanis rekrutmen ini. Pangdam meminta panitia tidak sekadar mencoret peserta yang gagal. Panitia diwajibkan memberikan penjelasan edukatif dan evaluasi mendalam kepada peserta yang belum berhasil, menjadikannya bahan motivasi untuk kembali bertarung di kesempatan berikutnya.

Di tengah ketatnya persaingan 240 calon taruna memperebutkan kuota yang terbatas, Pangdam I/BB melempar pesan tegas yang membentengi marwah institusi. Ia menjamin dengan garansi penuh bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI ini berjalan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Masyarakat diingatkan untuk menutup telinga dari janji manis oknum atau calo yang mengklaim bisa meloloskan peserta dengan imbalan uang. 

Di atas meja Pantukhirda ini, nasib para catar murni ditentukan oleh keringat, kemampuan, dan kapasitas diri mereka sendiri. Ketukan palu Sidang Pantukhirda Panselinda Medan 2026 telah usai. Bagi sebagian orang, langkah menuju Akademi TNI kini selangkah lebih dekat. Bagi yang lain, ini menjadi jeda untuk mengevaluasi diri. Namun satu yang pasti, sistem rekrutmen yang bersih dan akuntabel ini menjadi pondasi utama TNI dalam melahirkan perwira profesional yang siap mempertaruhkan jiwa demi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update