MedanEkspress | Pakpak Bharat – Sebuah pangkalan militer tidak hanya dinilai dari kokohnya pagar beton, melainkan dari militansi prajurit di dalamnya dan kemandirian logistik yang menopangnya. Prinsip inilah yang dibawa oleh Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri TP 906/Sitiotio Legi-Legi (SLG) di Desa Binanga Boang, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis (2/7/2026).
Inspeksi ini menjadi langkah taktis untuk memastikan satuan tempur baru tersebut siap menjadi benteng pertahanan yang mandiri di wilayah perbatasan Sumatra Utara.
Langkah kaki Pangdam I/BB yang didampingi oleh Kasdam I/BB dan Asops Kasdam I/BB disambut hangat oleh Danyonif TP 906/SLG Letkol Inf. Rachmat Shaleh, S.H. Kehadiran pucuk pimpinan Kodam I/BB ini diawali dengan prosesi pengalungan kain ulos sebagai simbol kehormatan adat, diikuti dengan laporan jajar kehormatan dari regu jaga pangkalan.
Dalam sesi paparan satuan, Letkol Inf. Rachmat Shaleh membeberkan perkembangan komprehensif mengenai kurva pembangunan pangkalan, kesiapan personel, hingga kondisi fasilitas materiil. Laporan ini menjadi bahan evaluasi langsung bagi Pangdam untuk mengukur sejauh mana kesiapan operasional batalyon yang tengah berkembang ini.
Saat memberikan pengarahan di hadapan ratusan prajurit, Mayjen TNI Hendy Antariksa memberikan wejangan keras mengenai arti penting militansi. Ia menegaskan bahwa profesionalisme prajurit harus berakar kuat pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Prajurit diminta untuk senantiasa bersyukur atas kehormatan mengenakan seragam hijau loreng, menjaga motivasi bertugas di mana pun, serta memelihara kesehatan fisik demi pengabdian terbaik kepada bangsa.
Defenisi "Benteng Mandiri" terbukti nyata saat Pangdam bergerak meninjau fasilitas pangkalan. Usai mengecek kelaikan tenda barak prajurit dan dapur umum, rombongan meninjau klaster ketahanan pangan swadaya yang dikembangkan di area batalyon.
Di lahan ini, para prajurit berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan darat. Langkah ini diapresiasi tinggi oleh Pangdam sebagai strategi jitu untuk memotong ketergantungan logistik dari luar sekaligus meningkatkan kesejahteraan internal satuan.
Lebih dari sekadar urusan perut pangkalan, klaster pangan ini diproyeksikan menjadi pusat percontohan bagi masyarakat sekitar, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus membuktikan bahwa Yonif TP 906/SLG hadir sebagai motor penggerak ekonomi di Pakpak Bharat.
Kunjungan yang diakhiri dengan penulisan pesan kesan serta pertukaran cendera mata ini menegaskan satu hal: Yonif TP 906/SLG kini tengah bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan baru yang tidak hanya disegani secara taktis, tetapi juga mandiri dan menyatu dengan denyut nadi masyarakat lokal.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
