-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Profesional dan Siaga, Pangdam I/BB Minta RS Putri Hijau Perkuat Fondasi Pelayanan

| Juli 08, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Medan - Di era transformasi digital dan dinamika kesehatan publik yang bergerak cepat, rumah sakit militer dituntut untuk selalu berada dalam kondisi siap tempur, baik dalam menghadapi situasi darurat maupun dalam melayani kebutuhan medis harian. 

Pesan bernada instruksi inilah yang ditekankan oleh Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Tk II Putri Hijau, Medan, Selasa (7/7/2026). Bagi sang jenderal, kesiapan fasilitas dan profesionalisme tenaga medis bukan lagi sekadar opsi, melainkan fondasi utama yang harus terus diperkuat tanpa kompromi.

Kata "Siaga" yang diusung oleh Pangdam merujuk langsung pada ketangkasan manajemen rumah sakit dalam merespons situasi kritis. Harapan ini diuji langsung saat Mayjen TNI Hendy Antariksa menyisir area Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Radiologi. Dua titik krusial ini dinilai sebagai wajah utama penanganan pertama yang menentukan keselamatan nyawa pasien.

Pangdam menginginkan RS Putri Hijau memiliki sistem deteksi dan respons cepat yang berjalan 24 jam penuh. Penguatan fondasi di sektor ini berarti memastikan alur pelayanan dari saat pasien tiba, didiagnosis di ruang radiologi, hingga mendapatkan tindakan kedaruratan di IGD, dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit. Kecepatan dan ketepatan adalah dua variabel yang tidak boleh dipisahkan dalam kamus kesiapsiagaan militer.

Di samping kesiapsiagaan fisik dan fasilitas, penguatan fondasi pelayanan yang dimaksud Pangdam terletak pada kompetensi sumber daya manusia (SDM). Kolonel CKM dr. Ridwan Dwi Saputro, Sp.B(K) Onk., selaku Kepala Rumah Sakit, bersama seluruh jajaran tenaga medis dan PNS Kesdam I/BB, didorong untuk terus memutakhirkan keilmuan dan keahlian medis mereka.

Profesionalisme di mata Pangdam tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis yang dimiliki rumah sakit, melainkan dari bagaimana insting dan prosedur penanganan dijalankan sesuai standar keselamatan pasien (patient safety). Setiap tindakan medis yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan humanis, meminimalkan risiko, serta menempatkan kesembuhan prajurit, keluarga TNI, dan masyarakat umum sebagai target mutlak.

Melalui peninjauan ke ruang staf hingga ruang rawat inap, Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan bahwa memperkuat fondasi pelayanan medis adalah bentuk nyata dari kelanjutan tugas pertahanan negara. Rumah sakit militer yang profesional dan siaga merupakan jaminan kesejahteraan psikologis bagi prajurit yang bertugas di lapangan: mereka tahu bahwa ada sistem medis yang tangguh yang siap menjaga keluarga mereka di rumah.

Langkah Pangdam yang menutup kunjungan dengan menyerahkan tali asih kepada pasien rawat inap mengukuhkan filosofi tersebut. RS Putri Hijau kini dihadapkan pada mandat baru untuk merevitalisasi komitmennya: menjadi benteng pertahanan kesehatan yang tidak hanya kokoh secara infrastruktur, tetapi juga disiplin, profesional, dan selalu siaga menghadapi tantangan zaman.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update