MedanEkspress | Kisaran – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Asahan sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Bertempat di Aula Warkop Abah, Jl. Ir. Sutami No. 44, Sidodadi, Kisaran, acara ini mengusung tema "Membangun APPSI Asahan yang Solid, Profesional dan Berprestasi pada Kemajuan Pedagang serta Ekonomi Daerah".
Musda ini menjadi sarana evaluasi, penetapan program kerja lima tahun ke depan, pelaksanaan demokrasi internal, konsolidasi organisasi, sekaligus wadah regenerasi kepengurusan.
Dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Ketua Tim M. Yusuf Nasution, S.P., bersama tim, forum secara aklamasi menetapkan Hazmi Adrian, S.T., sebagai Ketua Terpilih DPD APPSI Asahan masa bakti 2026-2031, didampingi Erpin Purba sebagai Sekretaris dan Bendahara Arif Simbolon.
Ketua terpilih, Hazmi Adrian, S.T., menyatakan kesiapannya mengemban amanah besar tersebut demi memajukan para pedagang. "Kami mohon dukungan dan arahan dari DPW agar kami bisa membesarkan visi dan misi organisasi. Semoga APPSI Asahan menjadi lebih maju dan pedagangnya lebih sejahtera," ujarnya.
Acara dibuka oleh Ketua DPW APPSI Sumut, H. Ihwan Ritonga, S.E., M.M., yang diwakili oleh Ketua Harian Budi Hartoyo Damanik. Turut hadir mendampingi jajaran pengurus DPW APPSI Sumut seperti Sekretaris M. Yusuf Nasution, S.P., Wakil Ketua Suwarno, S.E., M.M., Wakil Ketua Bidang Organisasi M. Misbah, Wakil Sekretaris Rosmidawati Lubis, Wakil Bendahara Hari Novina, serta Korda III Zainuddin. Dari DPD APPSI Asahan hadir Ketua, Sekretaris, Bendahara dan jajaran pengurus serta para pedagang yang menjadi kader APPSI Asahan.
Dalam sambutannya, Budi Hartoyo mengingatkan bahwa APPSI Asahan yang telah berdiri selama 10 tahun sempat vakum dalam 2 tahun terakhir. Musda ke-8 yang dilangsungkan oleh DPD Asahan ini menjadi momentum kebangkitan organisasi."Fungsi organisasi adalah mengadvokasi pedagang dan membentuk komisariat di setiap pasar. Minimal 60 persen APPSI Asahan harus hadir di seluruh pasar yang ada di wilayah ini. Target kita sebelum pelantikan, APPSI di Sumut sudah terbentuk di 18 kabupaten dan kota," tegas Budi.
Lebih lanjut, Budi memberikan tugas khusus kepada pengurus baru untuk membangkitkan kembali sepatu produksi Bunut. Produk lokal yang legendaris sejak tahun 80-an tersebut dinilai perlu dibranding ulang sebagai salah satu komoditas unggulan daerah Kabupaten Asahan di samping komoditas lain yang menjadi andalan daerah.
Pada kesempatan yang sama, aksi nyata untuk mendorong pedagang "naik kelas" langsung ditunjukkan oleh DPW APPSI Sumut. Ketua Departemen Hilirisasi Produk dan Sertifikasi Halal, DJ Nasution secara tegas menyerahkan 100 kuota Sertifikat Halal gratis kepada DPD APPSI Asahan untuk disalurkan kepada para pelaku usaha dan pedagang pasar.
"Kami memiliki total kuota 2.000 sertifikat halal, dan 100 di antaranya hari ini diserahkan ke APPSI Asahan. Jika nanti masih kurang, silakan berkomunikasi lagi dengan kami agar pedagang di Asahan bisa naik kelas," pungkas DJ Nasution.
Acara yang berlangsung khidmat dan harmonis ini diisi dengan sesi foto bersama, pengucapan yel-yel APPSI serta diakhiri dengan makan siang bersama.
Sumber: Humas APPSI Sumut

