-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tembus Pelosok Nias, TNI Bangun Jembatan Modular Sungai Belauna Demi Akses Sekolah dan Ekonomi Warga

| Agustus 14, 2026 WIB | 0 Views

MedanEkspress | Nias – TNI AD melalui Kodam I/Bukit Barisan terus mempercepat pembangunan jembatan modular sepanjang 24 meter di Desa Sihare'o III Hilibadalu, Kecamatan Ma'u, Kabupaten Nias. Langkah ini diambil untuk mengganti jembatan lama yang rusak parah dan membahayakan keselamatan warga setempat.

Hingga Kamis (13/8/2026), progres fisik proyek strategis ini telah menyentuh angka 35 persen. Pembangunan ini merupakan bagian dari program Bakti TNI untuk Rakyat sekaligus mendukung program akselerasi infrastruktur dari Presiden Prabowo Subianto.

Keberadaan jembatan yang melintasi Sungai Belauna ini sangat dinantikan masyarakat setempat. Jembatan baru tersebut akan menjadi urat nadi yang menghubungkan antar-dusun di Desa Sihare'o III Hilibadalu dengan wilayah sekitar di Kecamatan Ma'u.

Infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar transportasi harian warga antardusun, menjamin keselamatan pelajar menuju sekolah tanpa harus bertaruh nyawa menyeberangi arus sungai, membuka isolasi wilayah guna mempercepat distribusi hasil bumi dan mendongkrak ekonomi daerah.

Pengerjaan di lapangan menerapkan sistem kerja terpadu yang melibatkan kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat desa setempat. Sebanyak 31 personel gabungan diterjunkan langsung ke lokasi, terdiri dari 25 personel Yon TP 905/TS, 3 personel Yonzipur 1/DD, 1 operator ekskavator Yon TP 901/SG, dan 2 personel Koramil setempat.

Saat ini, personel fokus pada perakitan besi abutmen atas tepi jauh, pemasangan mal, serta pengecoran abutmen tepi jauh untuk memastikan kekuatan fondasi penyangga jembatan. Operasional di lapangan didukung oleh alat berat ekskavator, mesin molen, cangkul, sekop, dan angkong.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti komitmen TNI AD dalam mempercepat pembangunan di daerah tertinggal dan terisolasi. "Pembangunan jembatan modular Sungai Belauna ini bukan sekadar urusan semen dan besi, melainkan jembatan harapan demi memerdekakan warga dari keterisolasian," ujar Kolonel Inf Sandy. 

Melalui program Bakti TNI untuk Rakyat yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Kapendam memastikan bahwa negara hadir langsung di tengah masyarakat. "Tidak boleh ada lagi anak sekolah yang mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai deras, dan tidak boleh ada lagi urusan ekonomi warga yang lumpuh akibat infrastruktur yang rusak parah," tegasnya.

Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB 
×
Berita Terbaru Update