MedanEkspress | Labuhanbatu – Bayang-bayang ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai wilayah Labuhanbatu Raya. Menghadapi risiko bencana yang bisa meluas dalam hitungan jam, prajurit TNI AD dari Kodim 0209/Labuhanbatu bergerak cepat menyisir area-area rawan demi memastikan tidak ada percikan api yang berujung petaka, Minggu (13/9/2026).
Selama tujuh jam nonstop, mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, tim patroli menyisir berbagai sudut wilayah yang rentan terbakar. Dalam pemantauan udara dan darat, satelit sempat mendeteksi keberadaan satu titik hotspot.
Informasi ini memicu kewaspadaan tinggi di lapangan. Namun, aksi sigap para petugas di wilayah Koramil 02/TL dan Koramil 08/RP memastikan situasi tetap terkendali—tidak ditemukan firespot aktif maupun bekas lahan terbakar, sehingga aksi pemadaman darurat belum perlu diluncurkan.
Di lini terdepan, pertempuran melawan karhutla tak hanya dilakukan dengan fisik, tetapi juga pendekatan persuasif yang intensif. Di Dusun 7 Parsuluman, Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sertu Sri Sugianto bertaruh dengan waktu memberi edukasi langsung kepada warga.
Di lokasi lain, Sertu Iran Soleh Hasibuan dari Koramil 08/RP menembus kawasan Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Langkah ini diambil karena kebiasaan lama masyarakat yang masih nekat membersihkan dan membuka lahan dengan cara membakar—sebuah pemicu utama bencana hebat.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa mitigasi dan patroli ketat adalah garis pertahanan utama sebelum api melahap wilayah yang lebih luas. Menjaga ruang hidup dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab krusial yang membutuhkan kewaspadaan bersama secara terus-menerus.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
