MedanEkspress | Toba - Bencana kabut asap dan kehancuran ekosistem secara massal nyaris saja melanda kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Menanggapi situasi yang kian kritis tersebut, personel TNI dari Koramil 13/Porsea dan Koramil 04/Harian Boho terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan melancarkan operasi deteksi dini di zona-zona merah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pasukan bergerak cepat mengepung kawasan hutan perawan hingga area perladangan warga pada Sabtu (12/9/2026) demi memutus potensi bencana sejak dari akarnya.
Penyisiran darurat dimulai tepat pukul 10.00 WIB oleh personel Koramil 13/Porsea yang diterjunkan langsung menyisir semak belukar di Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba. TNI langsung mengambil tindakan tegas di lapangan dengan melakukan pemantauan ketat serta menghadang aktivitas warga lokal yang berpotensi memicu ledakan titik api liar di tengah kondisi cuaca yang rentan.
Ketegangan serupa berlanjut ke wilayah tetangga, di mana pasukan Koramil 04/Harian Boho yang dipimpin oleh Serda Pander N menyergap kawasan rawan di Desa Turpuk Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada pukul 10.40 WIB.
Langkah taktis ini terpaksa digencarkan untuk memastikan tidak ada celah bagi munculnya kepulan asap yang dapat meluas menjadi kebakaran hebat.
Dalam pergerakan massal tersebut, aparat memberikan peringatan keras kepada masyarakat setempat agar menghentikan total kebiasaan membersihkan lahan pribadi dengan cara dibakar secara sembarangan. Warga dipaksa siaga penuh dan diwajibkan segera melapor jika melihat tanda-tanda kepulan asap agar kobaran api tidak berkembang menjadi malapetaka nasional.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa operasi pendeteksian dan pengepungan wilayah rawan ini adalah harga mati untuk menyelamatkan lingkungan. Pihak TNI menyatakan tidak akan berkompromi dengan kelalaian sekecil apa pun karena langkah pencegahan sejak dini dinilai sebagai satu-satunya tameng paling efektif dalam memotong risiko karhutla secara total di wilayah binaan mereka.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
