MedanEkspress | Tanah Karo - Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi lonjakan aktivitas vulkanik yang ekstrem.
Dalam mengantisipasi skenario terburuk, sebanyak 1.279 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan penuh.
Pangdam I/BB menegaskan bahwa meskipun laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan tren penurunan aktivitas sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026, status siaga tidak boleh diturunkan karena ancaman erupsi besar susulan masih tetap ada.
"Walaupun aktivitasnya menurun, kita tidak boleh lengah. Kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi erupsi besar lainnya. Walaupun itu tidak kita harapkan, kita harus tetap mengantisipasi apabila hal itu terjadi," ujar Mayjen TNI Hendy Antariksa saat memberikan arahan pada Apel Gelar Pasukan di Kodim 0205/TK.
Hingga saat ini, upaya penyelamatan telah berjalan dengan mengevakuasi warga di sejumlah wilayah yang masuk dalam zona rawan, termasuk kawasan Kuta Tengah.
Seluruh personel gabungan di lapangan diinstruksikan untuk menguasai rute evakuasi secara mendetail serta memastikan kesiapan logistik demi menjamin keselamatan warga di sekitar lereng Gunung Sinabung.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB

