MedanEkspress | Pematangsiantar – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Jenderal Sudirman, Jalan Anggasari, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar pada Senin pagi, 26 Oktober 2026. Di bawah langit yang menyaksikan sejarah baru terukir, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa secara resmi melantik 679 Bintara Remaja TNI AD dalam upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri (Dikmabaif) Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Namun, hari itu bukan sekadar tentang perayaan kelulusan; ini adalah momen sakral di mana instruksi tegas Pangdam bergema, mematri disiplin, dan menempa hati para abdi negara yang baru.
Tepat pukul 08.30 WIB, suara lantang barisan prajurit memecah keheningan. Para siswa Dikmabaif Gelombang III TA 2026 berdiri tegak, merapatkan barisan untuk menerima pangkat baru mereka: Sersan Dua (Serda). Di hadapan para petinggi militer dan Forkopimda, momen yang paling menggetarkan hati terjadi saat sumpah prajurit diucapkan.
Dalam amanatnya yang mendalam, Mayjen TNI Hendy Antariksa mengingatkan dengan nada bergetar namun penuh ketegasan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari beban berat yang harus dipikul di pundak mereka. "Sumpah yang telah diucapkan merupakan janji suci yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara," tegas Pangdam I/BB.
Pangdam menekankan bahwa kata-kata sumpah itu bukan sekadar hiasan bibir atau formalitas seremoni. Setiap baitnya mengikat jiwa mereka sebagai pelindung kedaulatan tanah air. Keberhasilan mereka melewati pendidikan berat ini adalah buah dari kerja keras dan kedisiplinan yang kini harus diuji dalam realitas medan tugas yang sesungguhnya.
Di era modern di mana tindakan setiap prajurit berada di bawah sorotan tajam, instruksi Pangdam I/BB terasa sangat relevan dan menghunjam. Ia meminta para Bintara remaja untuk memahami betul tanggung jawab moral yang melekat pada status baru mereka. Status sebagai abdi negara bukan memberikan keistimewaan, melainkan menuntut pengorbanan dan keteladanan.
Para prajurit muda ini diinstruksikan untuk menjunjung tinggi hukum dan disiplin tanpa tawar-menawar dalam setiap langkah penugasan. Melebur dengan norma kehidupan bermasyarakat secara harmonis, serta menampilkan sikap profesional yang mampu membangun dan memperkuat kepercayaan publik terhadap TNI AD.
"Tunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan jati diri prajurit TNI AD, baik saat bertugas maupun ketika berada di tengah masyarakat," pesan Mayjen TNI Hendy Antariksa dengan penuh penekanan. Pesan ini menjadi alarm keras bagi para Serda baru agar senantiasa menjaga kehormatan institusi di mana pun kaki mereka berpijak.
Gema instruksi Pangdam terasa kian emosional karena disaksikan langsung oleh mata-mata yang berkaca-kaca dari podium penonton. Di sana, para orang tua siswa hadir, menyaksikan putra-putra terbaik mereka bertransformasi dari warga sipil menjadi benteng pertahanan negara. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, Danrindam I/BB Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti, dan Danrem 022/PT Kolonel Inf Sandi Kamidianto, semakin menegaskan betapa krusialnya regenerasi ini bagi kekuatan Kodam I/Bukit Barisan.
Upacara ditutup dengan keharuan yang membuncah. Langkah tegap para bintara remaja meninggalkan lapangan upacara hari itu bukan lagi langkah kaki biasa. Mereka berjalan membawa amanah besar, memikul harapan bangsa, dan membawa pulang instruksi Pangdam di dalam dada mereka: menjadi prajurit yang profesional, berdisiplin baja, dan siap mengabdikan seluruh jiwa raga demi keutuhan NKRI.
Sumber: Pendam I/BB
Editor: Zoel AB
